2016-04-30_14.58.42ADAKITANEWS, Kediri- Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PC GP Ansor Kabupaten Kediri menolak pelaksanaan Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) pada 1 Mei 2016 besok. Sebelum berangkat ke Pasuruan, anggota Banser melakukan shalat jama’ah dan menggelar apel di Desa Badas Kecamatan Badas Kediri serta mendesak aparat kepolisian membubarkan pelaksanaan muktamar.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com, sebelum apel dimulai, para anggota Banser bersama anggota Fatayat datang secara bersamaan menggunakan lima bus pariwisata. Setelah berkumpul di Masjid Badas, semua anggota Banser melakukan shalat jama’ah, dan menggelar apel pernyataan sikap penolakan Muktamar HTI pada 1 Mei 2016 Besok.

“Kami harap kepolisian mengambil langkah tegas kepada HTI,”ungkap Munasir Huda Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kediri,Sabtu (30/04).

Menurutnya, selama ini Banser telah melakukan sweeping keberadaan banner, spanduk dan atribut-atribut lain yang berbau Khilafah Islamiyah. Bagi Munasir Huda, tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia karena dasar negara kita adalah Pancasila.”NKRI harga mati bagi kami (Banser-red),”tegas Munasir Huda di depan ratusan anggota Banser.

Sementara Komandan Provost Banser menjelaskan, Banser Kediri lebih aktif  berkomunikasi dengan para Penegak hukum, tentunya; Koramil, dan Kodim hal itu untuk memastikan gerakan HTI di Kediri. Namun, pergerakan HTI di Kediri tidak terlalu ektrem dari pada anggota HTI di Tulungagung, dan daerah lainnya.

“HTI Kediri tidak terlalu menampakkan diri kepermukaan, sangat beda dengan daerah lain,”ungkap Komandan Provost Banser yang mewanti-wanti namanya agar tidak dicantumkan.

Diakuinya, setelah selesai apel pernyataan sikap, Banser Kediri akan berangkat ke Pasuruan untuk menggelar apel yang lebih besar lagi.”Kami akan berangkat ke Pasuruan setelah ini mas,”urainya.

Untuk diketahui, apel yang diikuti oleh ratusan Banser dari 26 PAC Ansor-Banser se-Kabupaten Kediri ini melakukan empat tuntutan.

Pertama, Polri sebagai alat negara agar menjunjung tinggi azas Pancasila sebagai ideologi negara dan menjaga keutuhan NKRI. Kedua, Polri harus bersikap tegas terhadap organisasi yang tidak sehaluan dengan empat pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Ketiga, demi menjaga kondusifitas masyarakat Kabupaten Kediri. Polri diminta menganulir acara muktamar tokoh umat yang disinyalir membawa misi penyebaran Khilafah Islamiyah. Dan keempat, PC GP Ansor dan Satkorcab Banser Kabupaten Kediri siap bekerjasama dengan siapapun untuk menolak gerakan penyebaran ajaran Khilafah Islamiyah di Kabupaten Kediri dan akan menurunkan spanduk dan tulisan yang tidak sejalan dengan Pancasila dan NKRI.(blot)

Keterangan Gambar : Apel anggota Banser di Desa Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri sebelum berangkat ke Pasuruan.