ADAKITANEWS, Kota Madiun – Terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur, Bayu Samudra Wijaya, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Rabu (04/01). Dalam agenda eksepsinta, terdakwa membantah semua dakwaan yang sebelumnya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan meminta Majelis Hakim menjatuhkan membebaskannya.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Ni Kadek Kusumawardani SH, MH dengan Hakim anggota Ika Dheanawati, SH, MH dan Prasetyo Nugroho, SH, MH berlangsung tertutup selama kurang lebih 10 menit.

Usai sidang, Penasehat Hukum Terdakwa, Handoko Setyo Yuwono menyampaikan, ada 6 poin eksepsi yang mereka sampaikan. Diantaranya menyatakan bahwa dakwaan yang disampaikan JPU kabur dan tidak cermat. Selain itu, PH juga meyakini bahwa apa yang dituduhkan kepada kliennya selama ini tidak benar. “Klien kami tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan JPU,” kata Handoko.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan yang menimpa anak dibawah umur, sebut saja Melati, 4, terjadi pada bulan Mei 2016 lalu. Terdakwa diduga melakukan tindak pidana pencabulan hingga menyebabkan korban sampai saat ini menderita sakit di kemaluannya.

Dalam sidang sebelumnya oleh JPU Sukmawanti Nalendrari, SH, MH terdakwa Bayu Samudra Wijaya didakwa dengan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, serta pasal 289 KUHP tentang asusila, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(Bodies)

Keterangan gambar: Terdakwa Bayu Samudra Wijaya saat sidang di Pengadilan Negeri Kota Madiun.