width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Ada fakta unik di balik terapi lintah. Lendir yang selama ini membuat manusia jijik dengan hewan lentur ini ternyata justru menghadirkan banyak manfaat. Kandungan air liur lintah diketahui mampu menghasilkan zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan, yaitu mencairkan darah beku dan menyekat pembentukan thrombus bagi proses pembekuan darah.

Selain itu masih banyak zat bermanfaat yang dihasilkan oleh lintah, seperti Penisilin, Histaminlike Substance, destabilase, dan masih banyak lagi zat bermanfaat yang dihasilkan lintah.

Selama ini, banyak masyarakat yang masih saja merasa takut darahnya dihisap oleh lintah. Beberapa pasien mengaku saat pertama kali mencoba terapi lintah, mereka membutuhkan mental yang cukup kuat. Salah satunya melawan rasa takut, geli, jijik, hingga khawatir jika pasca terapi justru bisa menimbulkan penyakit baru.

Namun semua kekhawatiran tersebut akan terbantahkan usai pasien memberanikan diri untuk mencoba. Awalnya memang terasa geli dan menjijikkan, apalagi saat mengetahui ukuran lintah yang mulai membesar karena menghisap darah manusia. Tetapi beberapa saat usai terapi, badan pasien menjadi lebih baik dan terasa lebih segar.

“Memang sangat menakutkan sebelum mencoba. Apalagi waktu tahu ukuran lintah mulai membesar karena menghisap darah kita. Tapi lama-lama saya jadi ketagihan karena sudah bisa merasakan manfaatnya,” ujar Riyadi, warga Nganjuk yang biasa melakukan terapi lintah.

Sementara, Nurhadi, 34, terapis lintah asal Desa Kedawong Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar menuturkan, bahwa lintah yang dipakai untuk terapi ini bukan lintah yang didapatkan di sekitar rumahnya dengan sembarangan. Namun lintah khusus atau lintah laut yang diperoleh dari pesisir Tulungagung.

Masih menurut Nurhadi, sarana pengobatan dengan lintah sebenarnya bukan merupakan temuan atau hal baru.
Sebab tingginya manfaat binatang melata ini untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sudah banyak tertulis dan dibahas dalam kitab-kitab kuning yang banyak diajarkan di berbagai pesantren.

Bahkan konon, lintah juga sudah dikenal sebagai binatang yang bermanfaat untuk media pengobatan sejak zaman Nabi Ayub AS, ribuan tahun silam.

Lamanya proses pengobatan tiap pasein berbeda-beda, tergantung banyaknya darah yang harus disedot oleh lintah. Saat darah kotornya habis, lintah akan lepas dengan sendirinya.(Jati)

Keterangan Gambar : Proses terapi lintah.(Foto : Bagus Jatikusumo)