BAP Dahului Surat Panggilan, Kuasa Hukum Tersangka; Kan Gak Lucu

2016-04-21_08.09.51ADAKITANEWS, Kediri – Polsek Pare Kabupaten Kediri sudah mengeluarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) 2 bulan sebelum mengirimkan surat pemanggilan kepada tersangka yang dianggap telah melanggar pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, Polsek Pare telah menetapkan saudari Yeremia Loren Martino sebagai tersangka penadahan sepeda motor. Namun, melalui kuasa hukumnya Yok Sunaryo mengajukan gugatan Praperadilan terhadap Kapolda Jatim Cq Kapolres Kediri Cq. Kapolsek Pare sebagai termohon I, dan Kepala Kejati Jatim Cq. Kepala Kejari Kabupaten Kediri sebagai termohon II.

“Kami menyayangkan tindak yang tidak prosedural oleh Kapolsek Pare untuk menentukan seseorang sebagai tersangka,” ujarnya saat menemani proses persidangan Praperadilan Yeremia Loren Martino di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, Rabu (20/04).

Tindakan tersebut menurutnya terlihat jelas pada BAP yang lebih dulu ada sejak 10 Januari 2016, namun, Yeremi baru menerima surat panggilan I pada tanggal 2 Maret 2016. Hal ini yang dianggap Yoyok, selaku PH Tersangka, Kapolsek Pare AKP Saiful Alam, S.H., M.H tidak paham tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidik Tindak Pidana.

“Masak ya BAP itu sudah dijalankan, terus baru ada surat pemanggilan 2 bulan setelahnya? Kan ya gak lucu,” ujar Yoyok sambil menirukan bahasa salah satu pelawak, Kartolo.

Sementara KBO Reskrim Polres Kediri AIPTU Panggayuh menolak berkomentar terkait itu. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum di PN Kediri. “Biarkan proses hukum berjalan,” ujarnya singkat.(zay)

Keterangan Gambar : Proses pesidangan Praperadilan di PN Kabupaten Kediri

Recommended For You