ADAKITANEWS, Sidoarjo – Setelah menunda kehadirannya ke RSUD Sidoarjo pada Senin (23/10) kemarin, akhirnya tim dari Bareskrim Mabes Polri datang dan mengecek lokasi proyek pembangunan gedung baru di RSUD Sidoarjo senilai Rp 37,9 miliar yang menggunakan jaring rusuk beton pasak vertikal, Selasa (24/10).

Tim Bareskrim Mabes Polri diketahui meninjau lokasi pembangunan bersama manajemen RSUD, ULP, rekanan, konsultan dan penemu jaring rusuk beton pasak vertikal yang sekaligus sebagai penemu konstruksi fondasi jaring (rumah) laba-laba, Ir Ryantori.

Usai pertemuan, Ir Ryantori mengatakan jika yang layak menggugat adalah penemu jaringan konstruksi. Namun harus diketahui siapa yang meniru konstruksi jaring rusuk beton pasak vertikal. Menurutnya jaringan konstruksi baru itu merupakan penyempurnaan jaring (rumah) laba-laba.

“Masalahnya jaring laba-laba juga temuan saya. Jadi tidak layak PT Katama itu mensomasi atau melaporkan saya. Karena pemiliknya dan direkturnya itu dulu anak buah saya 25 tahun yang memasarkan hasil temuan baru saya. Kalau dikatakan plagiat (jiplak), wong semuanya temuan saya,” jelasnya.

Ryantori menambahkan jika pihaknya dikhianati mantan anak buahnya yang memasarkan jaring laba-laba. Namun pihaknya masih menyerahkan ke penasehat hukumnya untuk melaporkan balik PT yang sudah terlanjur melaporkan pihaknya itu. “Yang menuding saya menjiplak itu hanya melempar batu saja,” tegas pria asal Surabaya yang mengaku penemu jaring laba-laba ini.

Sementara Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan menegaskan jika ada 2 vendor yang saling mengklaim punya hak paten. “Jalan keluarnya mediasi agar semua bisa selesai. Kami mencoba mengundang pelapor dan penggugat agar diselesaikan dan pembangunan proyek tetap berjalan. Karena kami hanya user (pengguna/pemakai),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, manajemen RSUD Sidoarjo akhirnya terpaksa mengklarifikasi soal proyek pembangunan gedung baru senilai Rp 37,9 miliar yang saat ini masih dikerjakan rekanan. Ini menyusul adanya somasi mengenai jaring rusuk vertikal yang digunakan rekanan untuk membangun gedung yang ada di bagian selatan rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo itu, dan teh dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Keterangan gambar : Penemu Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal, Ir Ryantori memberikan penjelasan tentang hasil temuannya yang digunakan fondasi pembangunan gedung baru RSUD Sidoarjo.(foto: mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171024_194148-1024x767.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171024_194148-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,bareskrim,Berita,rsud sidoarjo,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Setelah menunda kehadirannya ke RSUD Sidoarjo pada Senin (23/10) kemarin, akhirnya tim dari Bareskrim Mabes Polri datang dan mengecek lokasi proyek pembangunan gedung baru di RSUD Sidoarjo senilai Rp 37,9 miliar yang menggunakan jaring rusuk beton pasak vertikal, Selasa (24/10). Tim Bareskrim Mabes Polri diketahui meninjau lokasi...