ADAKITANEWS, Blitar – Jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Blitar saat ini hampir mencapai 1.000 koperasi. Padahal, setiap tahun ada saja koperasi yang dibubarkan karena tidak melanjutkan kegiatan operasionalnya. Bahkan dari jumlah yang terdata, hanya sedikit koperasi yang sudah memiliki sertifikat nomor induk koperasi.

Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Didik Wahyudi mengatakan, hingga saat ini tercatat jumlah koperasi di Kabupaten Blitar totalnya ada 987 koperasi. Namun dari keseluruhan jumlah tersebut baru 67 koperasi yang sudah memiliki sertifikat nomor induk koperasi.

“Data yang ada memang sampai sekarang masih sekitar 6 persen yang sudah mempunyai sertifikat. Tentu jumlah ini sangat sedikit dibanding jumlah keseluruhan koperasi yang ada di Kabupaten Blitar ini,” katanya, Sabtu (04/11).

Menurut Didik, untuk sisanya hingga sekarang belum memiliki sertifikat nomor induk koperasi. Namun seluruh koperasi tersebut sudah memiliki nomor induk koperasi. Diakuinya memang ada beberapa persyaratan agar koperasi bisa mendapat sertifikasi nomor induk koperasi, diantaranya adalah Koperasi dalam kategori sehat, koperasi telah menjalankan kewajiban Rapat Anggota/Rapat Anggota Tahunan selama 3 tahun berturut-turut, dan koperasi mengisi Formulir Profil Koperasi.

“Bagi koperasi yang menginginkan sertifikasi nomor induk koperasi tentunya ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.

Didik menambahkan, pada 8 November nanti pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa timur dan pemerintah pusat untuk membahas soal Nomor Induk Koperasi ini. “Rencananya kita akan koordinasi dengan provinsi dan pusat terkait Nomor Induk Koperasi ini,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Didik Wahyudi, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar.(foto : fathan)