ADAKITANEWS, Tulungagung – Pasca pelepasan garis polisi pada Kamis (08/02) siang kemarin, pengelola rumah hiburan Venus Café & Karaoke yang berlokasi di jalan Soekarno – Hata Tulungagung, ternyata belum lepas dari permasalahan.

Pihak manajemen terpaksa harus menelan pil pahit lagi, setelah tempat hiburannya disegel kembali, Kamis (08/02) pukul 22.00 WIB. Penyegelan kali ini bukan dilakukan oleh pihak kepolisian, namun oleh Satpol PP bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Penyegelan itu dilakukan hanya berselang 9 jam sejak pelepasan garis polisi oleh petugas kepolisian.

Dikonfirmasi terkait kasus penyegelan Venus Café & Karaoke yang terkesan tidak ada koordinasi antara pihak kepolisian dengan Satpol PP ini, Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo menyatakan hal itu karena polisi saat ini tengah menangani kasus yang ada kaitannya dengan tempat hiburan tersebut. Maka pihak pemerintah selaku yang mengeluarkan izin mengambil tindakan dengan melakukan penutupan sementara.

“Pemerintah daerah menindaklanjuti apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Saat ini sementara kita tutup sampai enam bulan. Jika nanti sudah ada keputusan bahwa tempat hiburan tersebut terbukti terlibat dan bersalah, maka izinnya kita cabut selamanya,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo saat menghadiri tasyakuran Hari Pers Nasional 2018 yang dilaksanakan di kantor PWI Cabang Tulungagung, Jalan Mayor Sujadi, Plosokandang, Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (09/02).

Bahkan Syahri Mulyo menyatakan, telah memerintahkan Kasatpol PP untuk terus melakukan pemantauan tempat-tempat hiburan yang berpotensi menyalahi aturan.

Sementara itu, di tempat yang sama Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menjelaskan bahwa pihak kepolisian melakukan penyegelan tempat hiburan tersebut karena untuk kepentingan penyelidikan.

“Kita memang tidak ada koordinasi dengan pihak Pemkab, namun sesuai hasil penyelidikan di lapangan, ditemukan tempat kejadian berada di Venus, karena itu kita ambil langkah memasang police line tempat tersebut,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar.

AKBP Tofik Sukendar menegaskan bahwa pihaknya semata-mata menjalankan tugas penyelidikan. “Jadi kami melakukan pemasangan police line ini karena memang ranah polisi. Jika pemerintah Kabupaten Tulungagung akhirnya mengambil tindakan penutupan, mungkin renah Satpol PP dalam menegakkan Peraturan Daerah,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Petugas Satpol PP Kabupaten Tulungagung melakukan penyegelan Venus Café & Karaoke.(ist)