width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur terkait Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kabupaten Sidoarjo 2016 telah jelas menyebutkan bahwa pembelian mobil desa senilai Rp 36 miliar dan mobil dinas (Mobdin) dewan sebesar Rp 714 juta batal. Anggaran tersebut akhirnya dibagi-bagikan, salah satunya untuk tanggap darurat bencana sebesar Rp 8,9 miliar.

Dijelaskan oleh anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bangun Winarso bahwa usai dicoretnya anggaran untuk pembelian mobil desa dan mobdin anggota dewan, ada pengalihan anggaran untuk keperluan lain. “Anggaran untuk tanggap darurat Rp 8,9 miliar. Kalau sewaktu-waktu ada bencana bisa digunakan,” ujarnya, Kamis (13/10).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menambahkan, selain dialihkan untuk dana tanggap darurat, anggaran untuk mobil desa juga bakal digunakan untuk pengadaan lahan sampah senilai Rp 25 miliar, pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sebanyak 2 unit senilai Rp 4,2 miliar, serta bantuan kendaraan operasional bagi Bhabinkamtibmas.

“Termasuk bantuan motor operasional Babinkamtibmas sebesar Rp 1,5 miliar untuk 353 desa dan kelurahan,” imbuhnya.

Sementara anggota Banggar yang lain, Hadi Subiyanto juga mengatakan bahwa dalam perubahan APBD 2016, anggaran untuk mobil desa memang telah dianggarkan separuh dan rencananya, sisanya baru akan dianggarkan pada APBD 2017. “Namun karena evaluasi Gubernur disuruh menunda, maka harus ditunda,” katanya.

Ditambahkan Hadi, terkait perubahan APBD 2016, seharusnya bisa diprioritaskan total untuk penanganan banjir. Namun, lantaran telah melalui tahap evaluasi dan pembahasan, maka hanya sebagian yang akhirnya dialihkan untuk dana tanggap darurat bencana. “Harusnya anggaran untuk pembelian mobil desa itu bisa dialihkan ke penanganan banjir saja. Tapi evaluasi Perubahan APBD 2016 sudah dibahas dan diputuskan Banggar,” kata politisi Golkar tersebut.(kur)

Keterangan gambar: Mobil dinas yang terparkir di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo.(dok. Adakitanews.com)