SPBU Kehabisan Premium, Batasi Pembelian Jerigen

1008

2016-01-06_15.32.11ADAKITANEWS, Madiun – Buntut turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per Selasa (5/1) mulai pukul 00.00, khususnya premium ditemukan sejumlah Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di Kota Madiun mengalami  kekosongan hingga Rabu (6/1). Sedangkan, pembelian premium eceran per orang dibatasi sebanyak 5 liter, dan jerigen dengan ukuran hanya 5 liter.

Akibatnya, sejumlah SPBU masih memiliki stok premium diserbu masyarakat. Sedangkan, SPBU tidak punya stok premium sejumlah pemilik kendaraan terpaksa beralih ke Pertalite. Namun, sesekali ada pemilik kendaraan memakai Pertamax, karena melihat panjangnya antrian kendaraan.

“Kami alami kekosongan premium sejak Selasa (5/1) sore lalu, namun hingga siang ini (pukul 12.00) belum ada kiriman. Jika ada kiriman untuk Pertalite dan Pertamax, kami tinggal menunggu saja kedatangan premium entah sampai kapan?. Infonya DO atau penebusan pagi tadi sudah dikirim, sedangkan untuk solar sudah normal,” ujar Direktur Perusahaan Daerah Kota Madiun Trubus Rekso Dirjo, Rabu (6/1).

Ia menyatakan akibat lain penurunan BBM itu, khususnya premium dari Rp 7.400 jadi Rp 7.050 pihaknya mengalami kerugian untuk premium mencapai Rp 15 juta. “Untuk solar saya lupa jumlah kerugian kami tanggung, sebab saat Selasa (5/1) pukul 00.00 lalu, harga harus diturunkan. Sedangkan, stok BBM masih tergolong banyak, lalu apakah ada pengantian kerugian kami alami?,” ujarnya lagi.

Dilaporkan, dampak lain habisnya premium di sejumlah SPBU, diberlakukan pembatasan pembelian jerigen. Pembelian untuk dijual eceran itu dibatasi hanya 5 liter. Lalu, harus memakai jerigen ukuran 5 liter, selain itu tidak dilayani. “Kami mendapat perintah atasan, agar melaksanakan hal itu,” ujar Dodik karyawan SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Madiun.

Beberapa calon pembeli premium eceran dengan pemberlakuan batasan pembelian terpaksa gagal. “Saya terlanjur membawa jerigen biasanya ukuran 25 liter, terpaksa harus balik lagi agar tetap dapat jualan premium,” ujar Suprapto warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Terpisah, Area Manager Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari menjelaskan ada pergantian untuk kerugian atas turunnya BBM. Khususnya,tambah Wulansari, solar. Formulasi penggantiannya, pihaknya sudah mengirim ke seluruh SPBU. “Sedangkan, untuk premium  sedang dibahas di Pertamina pusat, hasilnya tunggu saja,” tandasnya.

Menjawab pertanyaan soal habisnya premium di sejumlah SPBU Kota Madiun sekitarnya, Ia menjelaskan dari pantauan Pertamina, ada lonjakan konsumsi premium dan solar di beberapa SPBU di daerah Eks Karesidenan Madiun. “Total lonjakan konsumsi BBM itu, di Jatim total mencapai 17 persen,” jelasnya.

Menurutnya hari ini pihaknya fokus pada recovery stock di SPBU seluruh Jatim. “Khusus untuk daerah Eks Karesidenan Madiun, kami hari ini menambah pasokan premium sebesar 28 persen dan solar 34 persen. Lalu, kami instruksikan SPBU juga  mempunyai DO tambahan, kami masih melihat potensi peningkatan konsumsi meski tidak sebesar kemarin,” tandasnya.

Data Pertamina, konsumsi rata-rata premium di Eks Karesidenan Madiun sekitar 800 kiloliter/hari, sedangkan solar sekitar 600 kiloliter/per hari. “Untuk hari ini (6/1) kami meningkatkan penyaluran premium sebesar 1.026 kiloliter dan solar 808 kiloliter,” terangnya

“Melalui penambahan ini, kami harapkan dapat segera menormalkan kembali stock SPBU yang ada dan masyarakat tidak perlu panik karena stock BBM di Pertamina saat ini tergolong cukup dan aman,” pungkas Heppy Wulandari.(UK)

Keterangan Gambar : Kehabisan Stok, warga pilih antri pertalite