width=

battle-culiner2ADAKITANEWS, Kota Kediri – Bertempat di kantor Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Bundaran Sekartaji, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, puluhan pedagang makanan dihadirkan guna memanjakan masyarakat Kota Kediri. Bertajuk Battle Kediri Culinary, Pemerintah Kota Kediri memanjakan warganya dengan sajian kuliner murah.

Selama dua hari, sejak Jumat, 30 September hingga Sabtu malam, 1 Oktober 2016, para pedagang menjual makanan lebih murah dari harga biasa. Masyarakat bisa membeli hanya dengan setengah harga saja.

Berbagai menu makanan disajikan, mulai dari nasi tumpeng, nasi pecel, hingga soto ayam khas Kediri. Ketiga jenis makanan ini paling banyak diburu wisatawan dari luar kota selain tahu kuning. Meski merupakan makanan sehari-hari, ajang makanan murah yang diberi label “Battle Culinary” ini cukup banyak menyedot perhatian masyarakat. Sejak Jumat lalu, warga di sana berbondong-bondong memadati bundaran Sekartaji untuk mengantre makanan.

Syarat yang ditetapkan panitia untuk mendapatkan makanan murah ini cukup sederhana. Dengan membeli kupon sesuai jenis makanan yang hendak dibeli, masyarakat hanya membayar separuh harga normal. Nasi pecel tumpang yang biasanya dibanderol Rp 5.000 per porsi cukup ditebus seharga Rp 3.000 saja. Demikian pula dengan soto ayam yang normalnya seharga Rp 6.000 hanya dijual Rp 4.000 per porsi.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang membuka secara langsung kegiatan masyarakat itu mengatakan, cita rasa masakan warganya memiliki rasa yang khas daripada masakan lainnya. . Soto ayam misalnya, jika pada umumnya kuah soto dibuat cukup encer dan bening seperti soto Lamongan, soto Kediri dimasak dengan banyak santan. Rasanya pun berbeda. Selain lebih gurih, kuah kental ini menjadi ciri khas soto ayam Kediri yang berpusat di Kelurahan Tamanan.

battel-culinerNasi tumpang juga diklaim sebagai makanan khas Kota Kediri yang tak bisa dijumpai di luar daerah. Walaupun pedagang makanan di luar Kediri mencoba menirukan masakan itu, tidak bisa menghadirkan sambel tumpang Kediri. Sambel tumpang menyerupai sambal pecel, berbahan dasar tempe busuk dengan rasa pedas.

“Saya sudah merasakan nasi pecel dan nasi goreng di daerah lain. Namun belum ada yang seenak di Kota Kediri. Sangat khas sekali masakan kita ini,” kata Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri

Mas Abu menuturkan, acara seperti ini menurutnya bisa membawa dampak positif bagi perekonomian di Kota Kediri. Terlebih, jika agenda tersebut bisa dilakukan setiap tahun dengan mengundang masyarakat di luar Kediri.

“Event ini dapat mengekspos makanan khas Kota Kediri hingga keluar kota. Sehingga nanti nya akan banyak warga daerah lain yang berkunjung ke Kota Kediri untuk berwisata kuliner. Ini bisa dijadikan event kuliner tahunan di Kota Kediri. Apalagi antusias masyarakat sangat besar,” ungkapnya.(ADV/Hms/Zay)