ADAKITANEWS, Sidoarjo – Terdakwa Sultono, 48, perangkat Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo hanya bisa tertunduk lesu pada sidang pledoi yang digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (19/04).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Mulyadi, terdakwa membacakan pembelaan tertulisnya. Sultono mengaku bahwa dirinya selama ini merupakan tulang punggung keluarga, dan memiliki anak dengan kondisi kejiwaan yang terganggu.

“Tuduhan membunuh ibu Elok Suciati (Kades Sidokepung,red) tidaklah benar. Yang benar saat itu memang saya mau menyembelih kambing di rumah Arif, Desa Keling,” katanya.

Sementara itu Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Fandy Prabowo mengatakan, perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Senjata tersebut untuk menyembelih kambing, bukan mengancam seseorang,” tegasnya.

Selain itu Fandy juga mengajukan penangguhan terhadap kliennya, karena terdakwa dianggap dibutuhkan masyarakat banyak.

Menanggapi hal itu, JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Rahayu langsung menolak penangguhan tersebut. Ia bahkan menganggap terdakwa justru meresahkan masyarakat.

Di akhir sidang, Hakim Mulyadi memutuskan untuk melanjutkan agenda persidangan kasus tersebut pada Rabu (26/04) mendatang.

Untuk diketahui sebelumnya, Sultono, warga Dusun Mlaten Desa Sidokepung ini diamankan Polsek Buduran pada Kamis (19/01) silam. Ia ditangkap berdasarkan laporan warga bahwa yang bersangkutan membawa senjata tajam saat berada di balai desa.(sid2)

Keterangan gambar : Sultono, saat menjalani persidangan (foto : mus purmadani)