Kediri(adakitanews.com)—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri mengirimkan saran perbaikan (SP) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri. SP ini menyusul disusunnya Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP).

Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antar Lembaga, Ali Mashudi menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan, dari 1.234.918 pemilih masuk DPSHP ada 1.879 pemilih yang diindikasi sebagai pemilih ganda.

“Ada empat indikator yang kami gunakan, yaitu nama, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor kartu keluarga (NKK),” jelasnya, Rabu (30/9/2020).

Meskipun NIK maupun NKK tidak dicantumkan keseluruhan, lanjutnya, namun muncul indikasi data pemilih ganda. “Kalau secara spesifik, keempat indikator sama sehingga dinyatakan ganda,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk 1.879 pemilih yang diduga merupakan data ganda, tersebar di 26 kecamatan. Paling tinggi, berada di Kecamatan Ngancar, Puncu, dan Kandangan.

Di Kecamatan Kandangan tercatat ada 224 terdiri dari 104 pemilih laki-laki dan 120 pemilih perempuan, Kecamatan Puncu sebanyak 224 terdiri dari 87 laki-laki dan 137 perempuan, serta Kecamatan Ngancar sebanyak 205 terdiri dari 77 laki-laki dan 128 perempuan.

Sebelumnya, KPU melaksanakan pemutakhiran data pemilih hasil coklit. Melalui rapat, sebanyak 1.234.918 pemilih yang dinyatakan memenuhi syarat. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Kediri, sebelumnya nama yang masuk dalam daftar pemilih mencapai angka 1.308.864 orang yang tersebar di 26 kecamatan. Dari 1.308.864 pemilih, lanjutnya, terdiri dari 656.601 pemilih laki-laki dan 652.263 pemilih perempuan.(oky).