wisata_sungai_brantas
Adakitanews Kota Kediri – Keberadaan Sungai Brantas yang melintang mulai dari Malang hingga Surabaya memberikan banyak berkah bagi masyarakat disekitarnya. Dari Sungai Berantas itulah hadir jembatan-jembatan besar penghubung Kota. Dari sungai itu juga muncul tempat wisata yang memberikan pilihan kepada masyarakat untuk berlibur.menikmati aliran sungai Brantas. Untuk mewadahi kebutuhan masyarakat, Kota Kediri memiliki Pelabuhan Sekartaji yang terletak tidak jauh dari Pusat Kota.

Akhir pekan mungkin waktu yang tepat berkunjung di Pelabuhan Sekartaji untuk mendapatkan pengalaman berlayar di sungai Brantas. Karena di pelabuhan Sekartaji ada 5 perahu yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan Sungai Brantas. Selain menikmati keindahan Sungai Brantas, para pengunjung juga bisa belajar sejarah Kediri yang pernah jaya pada masa Kerajaan Kadiri hingga bagaimana perjuangan para Pahlawan untuk memerdekakan Negara Indonesia.

Adalah Moestoro,70, seorang Purnawirawan yang memilih masa tuanya dengan  merawat dan menjaga pelabuhan Sekartaji. Dengan beliau juga para pengunjung dapat belajar banyak pada khususnya seputar sejarah kemerdekaan Nusantara.

“Bagaimanapun juga kita tidak boleh meninggalkan Jangan melupakan sejarah(Jasmerah), yang telah dikumandangkan oleh Presiden pertama Ir. Soekarno” Jelasnya saat ditemui tim Adakitanews.com sambil menguras air yang masuk kedalam perahunya.

Moestoro ingin mengabdikan sisa hidupnya untuk merawat pelabuhan Sekartaji yang dulu terlihat angker karena banyak pepohonan. Dengan sedikit perawatan kini tempat tersebut tampak lebih sedap dipandang. Moestoro sangat berharap Pelabuhan Sekartaji bisa menjadi ikon di Kota Kediri

“Perjuangan itu tidak membutuhkan jasa, namun yang perlu dibutuhkan itu ketulusan hati untuk berjuang, semoga saja bisa menjadi salah satu ikon Kota Kediri nantinya” jelasnya

Sangat disayangkan keberadaan Pelabuhan ini seolah-olah tidak dianggap ada oleh masyarakat terutama masyarakat Kediri sendiri. Bahkan ada beberapa perahu yang sudah rusak dan tidak terpakai ditaruh di pinggir sungai. Namun, Moestoro tidak ingin menyalahkan kurangnya perhatian dari masyarakat tentang keberadaan Pelabuhan Sekartaji ini.

“Karena masyarakat tidak akan tahu jika tidak ada yang memberi tahu” tuturnya

Lebih dari tiga jam kami belajar bersama bapak Moestoro tentang banyak hal mulai dari sejarah kerajaan hingga perpolitikan yang carut marut di Negera Indonesia.

“Tolong sampaikan kepada para pemuda bahwa dipundak merekalah masa depan Negara kita ini. Ingat jangan lupakan Jasmerah!” Tuturnya sebelum kami berpamitan meninggalkan tempat Pelabuhan Sekartaji. (zay)

Keterangan Foto : Pelabuhan Sekartaji Kediri dan Moestoro yang sedang membersihkan perahunya.