ADAKITANEWS, Kota Madiun – KPU Kota Madiun melaksanakan kegiatan peresmian Rumah Pintar Pemilu “BILIK” (Bingkai Layanan informasi Kepemiluan), di Jalan Suhudno Singo, Kelurahan Kejuron Kecamatan Taman Kota Madiun, Rabu (05/04).

Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, seluruh Komisioner KPU Kota Madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Kepala Dinas Kesbangpol Kota Madiun, perwakilan Partai Politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar.

Sasongko sebagai Ketua Komisioner KPU Kota Madiun dalam sambutanya menjelaskan jika program Rumah Pintar Pemilu merupakan program Nasional dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, meski diberi nama yang berbeda-beda. “Di Kota Madiun sendiri diberj nama “BILIK”. Nama tersebut dipakai untuk mengingatkan jika dalam bilik itulah masa depan bangsa akan ditentukan,” ujarnya.

Sementara Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto atas nama Pemkot Madiun sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kota Madiun tersebut.

Wawali berharap, dengan diresmikannya Rumah Pintar Pemilu ini, mampu memberikan layanan terkait pemilu yang bisa diakses atau dikunjungi setiap waktu, sehingga dapat dipergunakan para pemilih untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan calon yang akan dipilih, baik untuk legislatif maupun eksekutif.

“Rumah Pintar Pemilu bertujuan untuk sarana belajar sistem pemilu, khususnya bagi pemilih pemula, mencegah kemungkinan terjadinya salah pilih yang bisa mengakibatkan konflik sosial, serta sebagai perwujudan sila ke-4 Pancasila,” tegas Wawali dalam wawancara singkatnya dengan Tim Adakitanews.com.

Setelah memberikan sambutan, Wawali memukul gong sebagai tanda sudah diresmikanya “BILIK”, serta pemotongan pita bunga kantil di depan RPP, serta dilanjutkan dengan meninjau isi rumah pintar yang berisi semua hal tentang perjalanan KPU dari tahun 2003-2019. Seperti tentang perolehan suara, proses partisipasi masyarakat, serta lain sebagainya.

Terkait tahapan pemilu, Sasongko menjelaskan jika seluruh tahapan pemilu ditentukan oleh KPU RI. Sementara daerah, hanya sekedar menjalankan PKPU saja.

Sebagaimana diketahui, pilkada di Kota Madiun rencananya akan digelar Juni 2018 nanti. KPU Madiun sendiri telah menganggarkan Rp 13,4 Miliar. “Rumah Pintar Pemilu adalah sebagai sarana belajar bersama, khususnya untuk pemilih pemula. Rumah pintat ini dibuka setiap hari jam kerja mulai jam 8 pagi sampai jam16.00”, urai Sasongko mengakhiri wawancara.(bud)

Keterangan gambar: Wakil Walikota saat memukul gong bersama Ketua DPRD, dan Ketua Komisioner KPU.(foto: budiyanto)