Kediri(adakitanews.com) — Personel Polres Kediri Kota mengamankan sebanyak 15 pelajar hendak mengikuti aksi demo menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Kediri, Rabu (21/10/2020).

Mereka terjaring saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjuk rasa.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana didampingi Dandim Kediri Dwi Agung Sutrisno menjelaskan, sebelum demo dilakukan, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar tersebut.

“Anggota gabungan melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjuk rasa dan diketahui ada 15 pengunjuk rasa yang masih berstatus pelajar,” tegasnya.

Petugas kepolisian segera mengamankan para pelajar tersebut dan dibawa ke Mapolresta Kediri. Petugas melakukan pendataan dan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.

Dari keterangan pihak Dinas Pendidikan, seharusnya para pelajar ini sedang mengikuti pelajaran secara daring. Namun, sangat disayangkan para pelajar ini malah ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa.

Para pelajar itu, dari SMA, SMK, dan SMP di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.

AKBP Miko menjelaskan, kelima belas pelajar tersebut setelah dibawa ke Mapolresta Kediri, kemudian mereka menjalani Rapid Test. Mereka juga menjalani pemeriksaan oleh personel Satreskrim Polresta Kediri.

“Mereka pelajar dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Mereka mengaku ikut aksi ini setelah melihat pengumuman di media sosial,” tuturnya.(oky).