ADAKITANEWSembung joho pacewaduk Jebol 1DSC08910, Nganjuk – Hingga kini masih belum ada proses hukum yang jelas terkait jebolnya embung Jurang Limas di Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Padahal, banyak dugaan manipulasi terkait pembangunan embung tersebut.

Diantara dugaan manipulasi itu antara lain, luas areal yang diperuntukan pembangunan embung dan konstruksi tangkis penahan air. Pasalnya, ada dugaan luas embung tidak sesua dengan kapasitas debit air, sehingga embung tidak mampu menampung hingga akhirnya jebol dan mwmbanjiri pemukiman warga.

“Seingat saya untuk pengajuan pembebasan lahannya seluas 5,56 ha namun berapa luas yang direalisasi saya kurang tahu,”ungkap Samino, Anggota DPRD Nganjuk dari Partai Gerindra.

Ditanya berapa biaya untuk pembebasan lahannya, Samino mantan Kades Joho kecamatan pace ini juga mengaku tidak tahu. “Waduh saya tidak tahu berapa jumlah biayanya. Waktu itu saya sudah tidak menjabat kepala desa joho lagi,” jelasnya.

Sumber adakitanews.com, menyebutkan, untuk Pembebasan lahannya, pemerintah daerah harus merogoh kantong APBD sebesar  Rp.4.150.000.000. Sedangkan Biaya pembangunan Embung jurang limas itu sendiri menelan biaya sebesar 4,837.476.000 rupiah yang bersumber padadana APBN tahun 2014. Dan rekanan yang memenagkan tender adalah PT Jaya Etika Tehnik asal Surabaya.

Beberapa pihak saling tuding dan terkesan saling lempar tanggung jawab atas jebolnya embung jurang limas ini. “Ada kesalahan dalam perencanan dan kesalahan kontruksi terkait pembangunan embung jurang limas. Namun pembangunan itu menjadi tanggung jawab Balai besar,” ujar Masduki, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, beberapa waktu yang lalu.

Ditambahkan Masduki, konstruksi pembangunan embung tersebut harus menggunakan beton, sebab tekstur tanah yang labil membutuhkan penaham debit air yang kuat, agar tidak terjadi ambrol maupun bocor,” imbuh Masduki, mantan Kepala Dinas Pengairan ini.

Bahkan Jumali selaku Kepala Desa Joho, akan menuntut pihak rekanan yang membangun embung,  karena dianggap penyebab banjir bandang di desanya.

Namun pihak rekanan yaitu PT Jaya Etika Tehnik asal Surabaya hingga kini tak bergeming. Padahal beberapa pihak, sudah men- justice bahwa PT Jaya Etika Tehnik yang dianggap paling bertanggung jawab atas jebolnya embung yang mengakhibatkan banjir bandang yang melanda Dusun Bareng, Dusun Plosorejo,Dusun Joho wire, Dusun Batu dan Dusun Watudandang wilayah Desa Joho Kecanmatan Pace Kabupaten Nganjuk, beberapa hari yang lalu.

Terpisah, ketika ditemui sejumlah awak media saat gelar perkara curat beberapa waktu yang lalu, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad Anwar Nasir mengatakan bahwa masih mendalami masalah ini. “kasus jebolnya embung jurang limas di desa joho kecamatan pace yang menjadi penyebab banjir bandang tersebut, masih kita dalami ,” terang Kapolres. (Kmto/jati)