width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Lapindo Brantas Inc hingga kini mengaku belum akan melakukan aktivitas apapun. Pasalnya, sesuai dengan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Lapindo diminta menyelesaikan permasalahan sosial terlebih dahulu. Selain itu, Lapindo juga mengatakan pihaknya masih akan menunggu keputusan dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi).

Sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Lapindo diminta untuk sementara tidak melakukan aktivitas apapun sebelum polemik sosial dengan masyarakat sekitar selesai. Pihak Lapindo mengaku pasrah dengan insruksi tersebut dan siap menaati aturan yang ada.

Vice Presiden Public Relation Lapindo Brantas Inc, Hesty Armiwulan mengatakan hingga bulan Juni 2016 ini, pihaknya belum melakukan aktivitas apapun sebelum ada “lampu hijau” dari SKK Migas. “Sampai bulan Juni ini, kami belum melakukan aktivitas apapun. Menunggu green light dari SKK Migas,” ujarnya usai mengikuti Dialog Publik bertajuk Migas Untuk Kesejahteraan Rakyat, Sabtu (04/06) siang.

Dalam dialog yang dihadiri unsur LSM, organisasi pemuda, Ormas, hingga perwakilan dari Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sidoarjo muncul berbagi opini dari peserta dialog. Salah satunya bagamana solusi agar potensi bawah tanah di Sidoarjo bisa benar-benar dimanfaatkan dan meyakinkan masyarakat bahwa aktivitas Lapindo aman.

Terkait berbagai protes dari masyarakat, Hesty mewakili Lapindo Brantas Inc berharap masyarakat bisa memposisikan diri secara adil dan tidak terkesan mendiskriminatifkan pihak Lapindo. “Kami mengapresiasi apa yang disampaikan teman-teman. Tetapi harus dalam konteks duduk bersama dan tidak ada yang saling menyalahkan,” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: Vice Presiden Public Relation Lapindo Brantas Inc, Hesty Armiwulan.(foto: kurniawan)