width=

ADAKITANEWS, Blitar – Belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala Desa terpilih pada 16 Februari lalu, Handoko, 48, Kades Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar diamankan Tim Saber Pungli Polres Blitar, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (06/03) lalu.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya menjelaskan, pria yang merupakan warga Dusun Patuk RT 1/RW 2 Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar tersebut diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) guna memperlancar pelayanan masyarakat dalam pengurusan pemecahan Sertipikat Hak Milik Tanah (SHM) dengan meminta biaya tambahan sebesar Rp 2,5 juta per SHM, sehingga total biaya yang harus diserahkan kepada Kades tersebut sebesar Rp 5 juta. Padahal seharusnya biaya pemecahan sertifikat milik pelapor hanya sebesar Rp 2,5 juta.

Dari OTT tersebut Tim Saber Pungli juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya uang tunai sebesar Rp 5 juta, sebuah buku SHM nomor 1168 atas nama Maksum, tiga lembar fotokopi KTP atas nama Kasanah, Sholikah dan Maksum, serta dua lembar fotokopi KK atas nama Maksum dan Agus Harianto.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan,” papar Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya kepada wartawan.

Menurut AKBP Slamet Waloya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan diketahui sudah beberapa kali melakukan praktik pungli serupa, selama menjabat sebagai Kades Pojok pada periode pertama. “Jadi pelaku ini memang sudah dua kali menjabat sebagai Kades, dan pada periode yang pertama diduga juga sudah pernah melakukan praktik pungli dengan modus yang sama,” imbuhnya.

Lanjut Kapolres Blitar, aturan yang dilanggar dalam kasus pungli tersebut adalah PP Nomor 128 tahun 2015 tentang Teknis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada kementerian agraria dan tata ruang.(blt1)

 

Keterangan gambar: Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) saat menggeledah rumah Handoko.(dok. Polres Blitar)