ADAKITANEWS, Kota Madiun – Proses perekaman e-KTP yang belum tuntas akan menjadi salah satu kendala dalam penyusunan DPT (Daftar Pemilih Tetap) oleh KPU Kota Madiun, menjelang pelaksanaan Pemilu mendatang.

“Daftar Pemilih Sementara (DPS) dasarnya dari DPT Pemilu terakhir, dan dilakukan pemuktahiran untuk menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap)”, jelas Sasongko Komisioner KPUD Kota Madiun dalam wawancara dengan Tim Adakitanews.com, Kamis (06/04).

Salah satu indikatornya, kata Sasongko, juga melalui perekaman E-KTP. Sementara permasalahan yang ada saat ini, adalah dugaan masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP dengan berbagai macam alasan.

Sasongko membenarkan jika ada masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP, maka bisa terancam tidak masuk DPT, sehingga secara otomatis kehilangan hak pilihnya.

Diprediksi, jika Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Kota Madiun mencapai 163.213, dan sekitar 4.000 diantaranya sebagai pemilih pemula.

“Oleh karenanya KPU Kota Madiun bersinergi dengan Dispendukcapil untuk mendorong masyarakat untuk segera melakukan perekaman e-KTP, karena KPU Kota Madiun ada kepentingan disini,” jelasnya.

Bukti masyarakat jika sudah melakukan perekaman adalah kartu e-KTP atau surat keterangan pengganti KTP sementara.

Bukan tanpa alasan jika KPU Kota Madiun melakukan hal tersebut. Pasalnya, potensi Golput akan tinggi jika banyak warga yang kehilangan hak pilihnya disebabkan belum merekam e-KTP. Dan KPU RI sendiri memiliki target 77 persen partisipasi pemilih dalam pemilu mendatang.

Terpisah saat hal ini akan dikonfirmasikan kepada Nano Djatikusumo selaku Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Madiun, yang bersangkutan sedang berada di luar kota mengikuti rapat dinas, dan mendelegasikan kepada Kasi Pelaporan dan Data, Listiyana. Tapi hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.(bud)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)