ADAKITANEWS, Jombang – Belum genap satu hari kebijakan pemberlakuan satu jalur di beberapa ruas jalan di Kabupaten Jombang oleh Dinas Perhubungan setempat, mendapat perlawanan oleh sejumlah warga dengan membentangkan spanduk penolakan di pinggir jalan.

Puluhan warga yang berada di Jalan Jayanegara Kelurahan Kepanjen Kabupaten Jombang, menolak keras adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan soal pemberlakuan satu jalur di lokasi tersebut.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com di lokasi, sejumlah warga membentangkan beberapa spanduk bernadakan protes terhadap pemerintah. Selain itu, juga terlihat penutupan papan rambu lalu lintas dengan karung bekas material semen oleh beberapa warga sekitar dan juga pengibaran bendera setengah tiang di papan rambu lalu lintas yang terpasang di Jalan Jayanegara.

Guntur Fajar Kartika, 40, salah satu koordinator aksi menuturkan bahwa aksi yang dilakukannya tersebut merupakan aksi protes terhadap kebijakan pemberlakuan satu jalur. Ia mengatakan bahwa seluruh warga yang bertempat tinggal di sepanjang Jalan Jayanegara menolak kebijakan tersebut.

“Warga sekitar ini kaget dan bingung karena tidak ada pemberitahuan tiba-tiba ada rambu-rambu seperti itu. Kalau bisa dibatalkan, pertimbangannya apa membuat seperti itu,” ujar warga Jalan Jayanegara RT 7/RW 7 Kelurahan Kepanjen Kabupaten itu saat diwawancarai, Senin (12/03).

Selain itu, Guntur juga menyampaikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Jombang ini memiliki dampak pada perekonomian warga sekitar yang mayoritas adalah pedagang.

“Dampak dari dua arah jadi satu arah itu sangat berpengaruh. Coba tanya ke pedagang-pedagang sini. Misalnya pelanggan saya, kalau mau ke warung saya jadi malas karena harus memutar,” ucapnya.

Tidak hanya Guntur, Ibnu Sujak yang memiliki toko farmasi di wilayah Jalan Jayanegara juga mengeluhkan adanya kebijakan satu jalur tersebut. Ia mengeluhkan, jika kebijakan itu menjadi kebijakan yang permanen maka penghasilan dari para pedagang di sekitar wilayah tersebut akan menurun. “Ya sedikit banyak akan berdampak. Kami semua khawatir,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Imam Sudjianto menuturkan bahwa kebijakan yang diberlakukannya tersebut masih dalam tahap uji coba dan sosialisasi.

“Ini kan masih dalam tahap sosialisasi, belum ada penindakan. Nanti kalau memang menurut evaluasi, itu benar-benar tidak diinginkan masyarakat maka kita cabut itu,” jelas Kadishub Kabupaten Jombang saat dihubungi melalui telepon.(ar)

Keterangan gambar: Sejumlah warga Jalan Jayanegara Kelurahan Kepanjen Kabupaten Jombang saat melakukan aksi penolakan satu jalur. (bawah) Guntur Fajar Kartika saat diwawancarai.(foto:adi rosul)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180312_214941-1024x575.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180312_214941-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,demo,jalur satu arah,jombang
ADAKITANEWS, Jombang - Belum genap satu hari kebijakan pemberlakuan satu jalur di beberapa ruas jalan di Kabupaten Jombang oleh Dinas Perhubungan setempat, mendapat perlawanan oleh sejumlah warga dengan membentangkan spanduk penolakan di pinggir jalan. Puluhan warga yang berada di Jalan Jayanegara Kelurahan Kepanjen Kabupaten Jombang, menolak keras adanya kebijakan yang...