ADAKITANEWS, Madiun — Dua orang petani menggelar Demo yang ditujukan kepada PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek jalan Tol Kertosono – Ngawi. Dua orang itu adalah Supriyadi dan Saimin warga Desa Bajulan Kecamatan Saradan Kabupten Madiun. Senin (16/10).

Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes atas perusakan terhadap lahan pertanian mereka untuk kebutuhan pembangunan jalan tol. Mereka megaku selama ini belum dimintai persetujuan untuk pembebasan lahan yang selama ini mereka garap. Bukan hanya itu, mereka nuga megaku belum mendapat uang pengganti atas lahan tersebut.

Dua orang petani itu membentangkan spanduk yang salah satunya bertuliskan “Urung Dibayar Ojo Dirusak” (Sebelum dibayar jangan dirusak -red). Protes mereka tujukan kepada PT Adhi Karya karena menurut mereka adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Sebab menurut mereka PT Adhi Karya secara sepihak melakukan pengurukan tanpa adanya pemberitahuan pada mereka sebagai pemilikblahan.

“Saya sangat kecewa, karena sawah sumber kehidupan saya tiba – tiba diurug bagi kepentingan proyek jalan tol,” kata Supriyadi dengan nada keras.

Mereka juga megakubkecewa terhadap pihak desa maupun pemerintah daerah yang mereka anggap lepas tanggungjawab. “Saya juga menyayangkan pihak desa maupun yang pihak terkait lainnya yang terkesan lepas tanggung jawab dalam persoalan ini”, lanjutnya.

Sipriyadi menyatakan tidak pernah menentang ataupun ingin menghambat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, asalkan seluruh haknya dipenuhi. “Saya mohon jangan rakyatvkecil sepertivkai ini dijadikan korban,”ungkapnya.

Menurut Supriyadi, lahan pertanian miliknya yang saat ini telah rusak akibat pembangunan jalan tol seluas 400 meter persegi. “Lebarnya 4 meter dan panjangnya 100 meter, bayangkan sudah berapa kerugian yang kami tanggung,” keluhnya.

Akibat protes yang dilakukan kedua petani tersebut, para pekerja PT Adhi Karya mengangkat kembali tumpukan material yang telah ditimpakan pada lahan pertanian milik keduanya. Namun akibat tumpukan material proyek tanamannpadi yang telah menguning dilahan itu menjadi rusak.

Sementara hingga berita ini diunggah pihak PT Adhi Karya belum dapat dihubungi. Yusuf yang di informasikan menjabat sebagai Humas PT Adhi Karya juga tidak pernah menjawab saat dihubungi melalui telephon selulernya.(bud)

Keterangan Gambar : Aksi Supriyadi dan Saimin saat melakukan protes. (foto : budiyanto)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171016-WA0035-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171016-WA0035-150x150.jpgREDAKSIDaerahdemo,jalan,lahan,tengah,tol
ADAKITANEWS, Madiun -- Dua orang petani menggelar Demo yang ditujukan kepada PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek jalan Tol Kertosono - Ngawi. Dua orang itu adalah Supriyadi dan Saimin warga Desa Bajulan Kecamatan Saradan Kabupten Madiun. Senin (16/10). Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes atas perusakan terhadap lahan pertanian...