2016-02-12_20.13.57ADAKITANEWS, Madiun – Sepanjang Kamis (11/02) hingga Jumat (12/02) hujan deras melanda wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya. Akibatnya, volume air di Bengawan Madiun meluap membuat Kabupaten Madiun dan Ngawi terendam air hingga 1,5 meter.

Pantauan tim adakitanews.com, banjir ini melanda sejumlah Desa di Kabupaten Madiun yaitu Desa Tempursari (Kecamatan Wungu), Dempelan (Madiun), Gading, Jeruk Gulung, Garon, Balerejo (Balerejo), Buduran dan Klitik (Wonoasri). Namun, hanya di Desa Tempursari kondisi banjir tidak terlalu parah.

“Khusus untuk Tempursari dan Dempelan air seperti numpang lewat. Sebab, begitu hujan reda, air hanya tipis mengenangi jalanan, banjir langsung surut,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edi Harianto, Jum’at (12/02).

Tingginya intensitas hujan. menurut Edi Harianto, membuat 32 hektar lahan pertanian terendam banjir. Bahkan, satu rumah di Desa Dempelan milik Mbah Suharti ,85, roboh diterjang banjir. Beruntung, saat hujan deras Suharti sudah diungsikan ke rumah warga lainnya.

“Kondisi rumah Mbah Suharti sudah lapuk dan hanya terbuat dari bambu. Memang, Mbah Suharti sudah lama diajak pindah ke rumah anaknya yang tinggal di Kota Madiun, namun dia tidak mau,” jelasnya

Curah hujan yang tinggi juga merendam tanaman padi dibeberapa desa padahal padi itu sudah memasuki massa panen. Padi dengan usia 50-60 hari di Desa Gading seluas 7 hektar, Desa Jeruk Gulung 6 hektar, Desa Garon 15 hektar dan Balerejo 4 hektar. Namun, sejak pukul 11.00 Wib kondisi banjir mulai surut membuat warga berharap tanaman padinya bisa bertahan hidup.

“Jika hingga sore ini (Jumat-red) tidak turun hujan, padi kami bisa selamat. Karena siang tadi kita lihat airnya sudah mulai surut,” ujar Suratno warga Desa Gading.

Sementara air kiriman dari Bengawan Madiun membuat 2 Kecamatan di Kabupaten Ngawi tergenang banjir. Banjir ini terjadi di Kecamatan Pangkur dan Kwadungan yang merupakan daerah perlintasan Bengawan Madiun. “Banjir ini karena meluapnya Bengawan Madiun, kebetulan melintasi 2 kecamatan itu. Laporan yang kami terima, sekitar 50 rumah dan 50 hektar lahan pertanian terendam banjir,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Ngawi Eko Tjahyono.

Eko Tjahyono menjelaskan, sejak malam harinya daerah sawahan pertanian direndam air dari luapan Bengawan Madiun. Namun, selang beberapa jam setelahnya baru perumahan warga ikut terendam banjir.

“Desa yang terendam banjir di Kecamatan Kwadungan yaitu Simo, Sumengko, Tirak, Purwosari dan Kendung. Sedangkan di Kecamatan Pangkur hanya Desa Waruk Tengah dengan rata-rata ketinggian air dari 30 cm-1,5 meter,” jelas Eko

Eko juga menghimbau kepada masyarakat untuk memantau situasi alam, jika banjir semakin naik warga diminta untuk segera mengungsi. “Kami juga menyiagakan sejumlah posko dan tim lain dengan dibantu personil TNI maupun Polri,” ujarnya.(UK/zay)

Keterangan Gambar : Kondisi Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terendam banjir hingga selutut orang dewasa.