Bentuk Tim Investigasi Terkait Hilangnya Aset Desa Sidokepung

777

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sekitar 10 warga Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo melakukan pertemuan dengan Camat, BPD, Pj Kades, Kapolsek, dan Danramil di Kantor Kecamatan, Rabu (26/04).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pejabat Desa yang difasilitasi Kecamatan Buduran atas permintaan warga yang ingin mengetahui APBDes dan LPJ Desa Sidokepung. “Masyarakat berhak mengetahui dana desa yang rawan dikorupsi. Pj Kades saat itu bilang masyarakat tidak wajib mengetahui. Sepertinya ada yang sengaja ditutupi,” ujar Selamet Hariyanto, Korlap aksi warga Desa Sidokepung.

Ditambahkan Slamet, Bagian Badan Administrasi Pemerintahan Desa Pemkab Sidoarjo mengatakan Pemerintah Sidoarjo sudah membuat sis ID yakni sistem informasi desa. “Masyarakat bisa bisa melihat APBDes sebuah desa di Sidoarjo dengan mengakses situr sid.sidoarjokab.go.id. Akan tetapi jika ingin mengetahui LPJ lengkap dengan kuitansinya, sesuai Pasal 24 UU 6 tahun 2014, ketentuan-ketentuan yang dirangkum ada yg tidak boleh diminta untuk lancarnya pemerintahan desa. Jika menginginkan hal tersebut bisa minta di Di KIPP (Komisi Informasi Pelayanan Publik),” imbuhnya.

Suasana semakin memanas, ketika warga menuding pihak BPD terkesan diam saja dengan permasalahan yang ada di Desa Sidokepung. Warga juga mengatakan banyak aset milik mereka yang hilang. “Kalian itu dibayar, tapi mana kerjanya,” kata salah seorang warga.

Menyikapi pernyataan warga. Salah satu staf BPD, Ariantono mengatakan terkait LPJ Desa Sidokepung pihaknya sudah mengingatkan Pemerintah Desa. Namun menurutnya tidak pernah ditanggapi serius. “Malah kami sudah menyurati Camat hingga BPK. Tapi kami malah diboikot oleh Pemdes. Semuanya disetir Kades saat itu. Kalau ada kegiatan BPD tidak pernah diajak,” terangnya.

Sementara itu Camat Buduran, Sentot Kunmardianto mengaku akan memfasilitasi untuk membentuk tim investigasi perihal aset desa yang hilang dan persoalan yang ada di Sidokepung, mulai dari APBDes. Namun kata Camat, pembentukannya menunggu Kades Suyud mencari data-data yang diminta warga. “Kades minta waktu satu minggu setelah pertemuan,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Slamet mengatakan masyarakat Sidokepung berharap dengan terbentuknya tim investigasi ini yang didukung dari kecamatan akan membongkar persoalan yang terjadi di wilayah Sidokepung.(sid2)

Keterangan gambar : Pertemuan tersebut warga Desa Sidokepung dengan Pemerintah Desa dan Camat.(foto : mus purmadani)