width=

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Polres Madiun Kota mengungkap peredaran narkoba jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Madiun. Selain menemukan 45,28 gram sabu, petugas juga mengamankan 6 orang narapidana yang diduga terlibat dalam temuan tersebut,

Dalam rilis yang digelar di Mapolres Madiun Kota pada Kamis (09/03), Kapolres Madiun Kota, AKBP Soni Mahar Budi Adityawan mengatakan, pengungkaan peredaran narkoba di lapas tersebut merupakan kerjasama antara anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota dengan petugas lapas.

Diketahui, informasi adanya peredaran narkoba di dalam lapas berawal dari laporan masyarakat terkait adanya pelemparan sesuatu dari luar lapas ke dalam lapas yang diduga adalah narkoba. Petugas gabungan kemudian menindaklanjuti dengan memeriksa blok Brawijaya di kamar nomor 6 pada Minggu (19/02) sekitar pukul 20.00 WIB. Hasilnya, diperoleh barang yang diduga narkoba yang terkemas dalam plastk klip dengan berat 1,45 gram, serta empat buah ponsel.

Empat narapidana penghuni kamar tersebut yakni Ipin, 26, warga Jalan Kenjeran Pantai Baru Kia Kia 8 Surabaya, Bence alias Eko, 34, warga Jalan Swolo Bumi 16 Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun, Datuk alias Deni, 23, warga Desa Silotenatah RT 1/RW 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, serta Yunus alias Bintang, 36, warga Desa Kurai Taji Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, kemudian diamankan.

Hasil dari pengembangan, pada Senin (20/02), sekitar pukul 03.00 WIB, petugas kembali menemukan satu kantong plastik kresek yang di dalamnya ternyata berisi krital putih yang diduga sabu dengan berat 45,28 gram.

Kecurigaan petugas diawali dari rekaman CCTV yang menunjukkan ada seorang narapidana narkoba mengambil sesuatu barang dari atap poliklinik Lapas. Dari pemeriksaan empat tersangka sebelumnya, petugas kemudian mengamankan lagi dua orang tersangka yakni Dikin, 34, warga Jalan Sesemi Gang VII Nomor 9 Surabaya serta Tiono, 31, warga Desa Senggohar Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.

Kasat Narkoba Polres Madiun Kota, AKP Sunkono mengatakan, tidak diketemukan indikasi keterlibatan orang dalam. Diduga, sabu tersebut selain dikonsumsi juga akan diedarkan lagi di dalam lapas. Hal ini terkait ditemukannya timbangan elektrik di dalam sel.

“Pengakuan tersangka kepada petugas, mereka baru satu kali ini saja. Kami tidak percaya begitu saja terhadap pengakuan tersangka, karena menurut keterangan petugas lapas sering ditemukan bungkusan yang diduga narkoba tersangkut di atap poliklinik lapas,” lanjut Sunkono.(bud)

Keterangan gambar: Kapolres Madiun Kota, AKBP Soni Mahar Budi Adityawan (kiri) dan Kasatresnarkoba, AKP Sunkono saat memperlihatkan barang bukti.(foto: budiyanto)