ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sepertinya permasalahan angkutan umum dengan transportasi online tak pernah berakhir. Setelah pernah melakukan aksi demo menolak transportasi online pada bulan Mei lalu, ratusan sopir angkutan kota HI jurusan Waru, Sepanjang, Wonokromo kembali melakukan aksi yang sama, Rabu (06/10).

Mereka berharap, transportasi online tidak lagi mangkal di sepanjang jalan Letjen Sutoyo, terutama depan pintu keluar Terminal Purabaya Sidoarjo. Wakil Ketua Pengurus Angkot HI, Noerkholis, 37, mengeluhkan, ia bersama rekan-rekannya saat ini jarang mendapatkan penumpang. “Padahal kami punya trayek resmi,” katanya.

Noerkholis menerangkan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan bersama pengurus transportasi online beberapa bulan yang lalu, dan disepakati transportasi online tidak diizinkan mengambil penumpang di dalam Terminal Purabaya. “Tapi kenyataannya banyak penumpang yang jalan kaki, kemudian dijemput oleh transportasi online di depan pintu keluar, bahkan ada yang mangkal juga,” jelasnya.

Ia berharap agar transportasi online hendaknya mengambil penumpang dengan radius minimal 500 meter dari pintu keluar terminal Purabaya. “Kalau seperti ini terus kasihan para sopir angkot tidak mendapatkan penumpang sama sekali. Sejak ada transportasi online kita untuk mencari uang setoran saja susah apalagi, mendapatkan keuntungan. Lebih baik transportasi online dibubarkan,” tegasnya.

Aturan dan larangan dari kelompok pengemudi angkutan umum tersebut, ditentang oleh kelompok pengemudi transportasi online. Alasannya, para pengemudi taksi dan ojek online, sebelumnya sudah mengalah tidak mengambil penumpang di dalam wilayah terminal dan hanya diperbolehkan mengambil penumpang di luar terminal.

Para pengemudi transportasi online tersebut akhirnya berontak dan melawan larangan tersebut. Hingga sempat terjadi kericuhan antara pengemudi angkutan umum dan taksi online.

Namun kericuhan tak berlangsung lama, karena diredam oleh pengemudi lain dan polisi yang berjaga. Para pengunjuk rasa ini akhirnya juga membubarkan diri, saat menjelang waktu ibadah salat Jumat.

Sementara, Kapolsek Waru, Kompol M Fatoni mengatakan, sebelumnya sudah disepakati bersama bahwa transportasi online dilarang mengambil penumpang di dalam terminal Purabaya. dan dibentuk satgas bersama. “Kalau ada yang melanggar akan kami tindak. Untuk Satgas sifatnya hanya saling mengontrol, penindakan hanya oleh petugas. Di depan pintu terminal sudah dipasang rambu-rambu larangan parkir kalau nantinya masih ada yang melanggar tetap akan kami tindak tegas dengan cara ditilang,” jelasnya.(pur)

Keterangan gambar : Ratusan sopir angkot demo tolak transportasi online.(ist)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/gojek-rusuh-3-1024x576.jpeghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/gojek-rusuh-3-150x150.jpegREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,gojek,sidoarjo,Transportasi online
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sepertinya permasalahan angkutan umum dengan transportasi online tak pernah berakhir. Setelah pernah melakukan aksi demo menolak transportasi online pada bulan Mei lalu, ratusan sopir angkutan kota HI jurusan Waru, Sepanjang, Wonokromo kembali melakukan aksi yang sama, Rabu (06/10). Mereka berharap, transportasi online tidak lagi mangkal di sepanjang...