Berkedok Guru Ngaji, Warga Tasikmalaya Gendam Korbannya Hingga Rp 1 M

513

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Upaya Toha Mahsun, warga Perum Simagalih BB 83 RT 4/RW 7 Kelurahan Simagalih Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat untuk terus melakukan gendam terhadap korbannya terpaksa harus terhenti di balik jeruji besi Mapolsek Tarik. Pasalnya dengan berkedok sebagai guru ngaji, puluhan korban sudah ditipu dengan total uang hingga Rp 1 miliar. Dan korban terbanyak berada di wilayah Sidoarjo dan Mojokerto.

Menurut Kapolsek Tarik, AKP Sugianto, penangkapan tersangka bermula dari banyaknya laporan warga Kecamatan Tarik yang kena tipu mulai dari uang hingga perhiasan. “Bahkan ada warga Balongbendo yang melapor bahwa telah ditipu sekitar Rp 200 juta,” katanya.

“Dengan dasar laporan ini pihak kami melacak keberadaan pelaku penipuan. Ternyata tersangka sudah meninggalkan kosnya di wilayah Tarik. Dan anggota kami berhasil menangkap tersangka di rumahnya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain itu kami juga mengamankan barang bukti berupa motor Honda Revo. ATM dan perhiasan emas,” imbuhnya.

Sementara itu Yuliono SH, kuasa hukum korban Aminan, warga desa penambangan RT 2/RW 1 Kecamatan Balongbendo menjelaskan, awal mula kejadian adalah saat kliennya belajar kepada tersangka tentang ilmu. “Klien saya percaya dengan tersangka. Tidak begitu lama, klien saya terkejut karena banyak orang yang sudah tertipu. Karena apa yang diminta sama tersangka pasti diberikan. Ternyata tersangka sudah pergi dari rumah kosnya pulang ke Jawa Barat. Setelah itu kami melaporkan kejadian ini ke Polsek Tarik,” katanya.

“Harapan saya agar penegak hukum memproses perkara ini karna banyak korban yang ditipu. Apa lagi tersangka menipunya dengan berkedok guru ngaji,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Toha Mahsun, pelaku gendam saat diamankan petugas Polsek Tarik.(ist)