ADAKITANEWS, Nganjuk – Demi menjaga agar tidak ada komplain dan keluhan dari masyarakat, cara bijak dilakukan oleh pihak pelaksana proyek Tol Solo-Kertosono di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya dengan mengambil serta membersihkan material tanah uruk yang tercecer di jalanan.

Pembangunan Tol Solo-Kertosono memang sudah dilaksanakan sejak tahun kemarin. Dan kini, proyek itupun sudah masuk dalam tahap pengurukan. Bahkan, banyak material-material yang datang dan disiapkan untuk tahap pengecoran.

Seperti yang ada di Desa Ngerengket Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Sejumlah truk pengangkut tanah untuk proyek Tol Solo-Kertosono yang melewati jalan raya itu kadang meninggalkan sisa tanah yang tercecer dan jatuh di jalanan. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan bagi pengguna jalan, PT BSDA, perusahaan yang membangun proses tol di Desa Ngerengket tersebut menerjunkan pekerjanya untuk membersihkan sisa-sisa material tanah uruk yang diangkut oleh truk-truk, yang jatuh di aspal jalan.

Khoirul Anam, salah satu warga mengatakan, memang banyak truk-truk yang membawa tanah uruk melewati jalan umum dan tanahnya jatuh di aspal. Tapi kemudian, ada upaya pembersihan dari pihak pekerja proyek tol. ” Bagus adanya upaya pembersihan sisa tanah uruk itu dan ada kesadaran dari pekerja proyek tol mau tanggung jawab. Apalagi jika hujan, sisa tanah bisa membahayakan pengguna jalan soalnya licin dan jika lama-lama tidak dibersihkan sisa tanah akan sulit dibersihkan,” ujar Khoirul Anam, Jumat (03/03).

Terpisah saat Tim Adakitanews.com mewawancarai Aldi Wahyu, salah satu pekerja dari PT BSDA membeberkan, upaya pembersihan material berupa tanah di aspal jalan itu adalah agar jalan tidak menjadi licin karena material dan membahayakan pengguna jalan. “Supaya warga-warga sekitar dan yang melewati jalan ini agar tidak ada komplain dan mereka bisa merasa nyaman melintasi jalan ini,” katanya.(kdr6)

Keterangan gambar : Situasi di jalan, saat pekerja dari proyek Tol Solo-Kertosono membersihkan material tanah di aspal, di Desa Ngerengket Kecamatan Sukomoro.(foto:niam)