IMG_20141026_132351_1

@dakitanews Kediri – Besok, perwakilan warga Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, akan mendesakan Polres Kediri untuk menangkap para pelaku penebangan kayu yang berada di lahan PDP Margomulyo, Dusun Simbar, Desa Plosokidul.

Min Yadi menuturkan, rencananya mereka akan datang ke Mapolres Kediri untuk mendesak pihak kepolisian mengusut dan segera menangkap pelaku penebangan kayu liar di blok E dan F yang dilakukan oleh oknum perangkat desa setempat.

“Kami minta kejelasan dari pihak kepolisian selaku petugas yang berwajib. Jangan sampai para pelaku penebang kayu liar ini kabur, “jelasnya, Selasa (28/10).

Sementara itu, pihak Direktur PDP Margomulyo, saat dikonfirmasi di kantornya sedang tidak ada. Saat didatangi, dimana dia mengajar di SMK Pertanian Plosoklaten dia juga tidak ada di kantor. “Bapaknya lagi keluar ada acara di Ngasem, “tutur salah satu Guru SMK.

Sebagaimana diketahui, kawasan hutan itu masuk wilayah tanah Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Daerah (PDP) Margomulyo yang merupakan perusahaan perkebunan milik pemerintah daerah Kabupaten Kediri. Wilayah penebangan liar terjadi di blok E dan F, yang sebelumnya berisi ratusan jenis pohon yang usianya ratusan tahun.

Dan di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 20 batang pohon trembesi berukuran middle (garis tengah kayu – red) lebih dari 2 meter ditebang di kawasan itu. Sebagian batang kayu gelondongan masih terdapat dilokasi penebangan.

Jenis pohon lainnya yang juga ikut ditebang adalah pohon mahoni ytang jumlahnya mencapai 25 batang. Pohon-pohon itu hanya tinggal pangkalnya saja, sementara batang dan ranting pohon sudah tidak ada di lokasi. Diperkirakan, jumlah pohon-pohon itu mencapai puluhan truk, mengingat, panjang diameter pangkal batang yang berukuran rata-rata lebih dari 50 centimeter.(gar)

Keterangan Gambar : Sisa-sisa penebangan hutan di PD Margomulyo yang sekarang terlihat gundul