ADAKITANEWS, Kota Kediri – Bank Indonesia mengadakan kegiatan Talk Show di Hall IKCC Kediri, Selasa (12/09) pagi. Dalam acara bertajuk Kampung Inspiratif tersebut, Bank Indonesia menghadirkan salah satu presenter ternama di Indonesia yakni Andy Flores Noya.

Tampak hadir beberapa narasumber yang berasal dari kampung-kampung inspirasi lain diantaranya Kholid Mustofa, pendiri kampung coklat, Siti Ruqoyah, pengrajin kain tenun ikad, serta Mohammad Kalend Ocend, pendiri kampung bahasa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto mengatakan, acara tersebut dilaksanakan untuk memberikan apresiasi terhadap mereka yang telah banyak memberikan inspirasi, khususnya di dunia usaha.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada responden kami. Mereka sudah bekerjasama dengan baik, sehingga kami memberikan apresiasi melalui kegiatan sharing inspiratif ini,” ujarnya.

Djoko mengatakan, apresiasi perlu diberikan karena dari para responden tersebut, Bank Indonesia juga bisa mendapat informasi terkait kondisi terkini. “Misalnya survei konsumen, penjualan eceran kegiatan dunia usaha, pengembangan harga strategis, serta liaison,” jelasnya.

Menyikapi tentang keadaan lapangan kerja zaman sekarang, di tempat yang sama Andy Flores Nora juga menuturkan bahwa sebenarnya banyak pemuda kreatif yang selama ini ingin mengembangkan diri mereka. Namun, beberapa diantaranya banyak yang terkendala modal atau regulasi perbankan.

“Banyak sekali anak muda kreatif yang selama ini tidak bisa berkembang karena selama ini tidak punya akses permodalan ada regulasi perbankan yang begitu ketat. Kalau kita modal kreativitas saja, gak ada agunan, itu biasanya sulit untuk berkembang,” ujarnya.

Andy menyebut, banyak anak muda saat ini sudah mulai tidak lagi tertarik bekerja di perkantoran. Hal itu lantaran dengan adanya teknologi dan informasi yang semakin berkembang. “Karena semua sudah jadi dimudahkan. Dalam tanda kutip sudah tidak perlu lagi modal. Salah satunya menyewa tempat karena sudah dipersiapkan tempatnya di online,” imbuhnya.

Presenter yang juga merupakan mantan jurnalis ini menuturkan, sebenarnya banyak potensi yang memiliki UMK dan UMKM saat ini, namun tidak difasilitasi oleh marketing yang baik, packaging yang baik, yang membuat mereka tidak bisa berkembang. “Tapi untungnya, dengan teknologi informasi yang saat ini kita kenal, semua bisa tumbuh di wilayah masing-masing. Tidak butuh modal besar, wilayah khusus, dan bisa memanfaatkan komunitas,” tambahnya.

Andy pun berharap anak-anak muda terutama di daerah untuk bisa memanfaatkan peluang yang ada sebelum investasi asing menyerbu. “Kita harus jadi tuan rumah di tempat kita sendiri,” tegasnya.(kdr1)

Keterangan gambar: Andy F Nora, saat acara Sharing Inspiratif di IKCC. (bawah) Kepala BI Kediri, Djoko Raharto menyerahkan penghargaan kepada para inspirator.(foto: muchlis ubaidhillah)