ADAKITANEWS, Kediri – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI), Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), beberapa komunitas pemuda, menggelar kegiatan penanaman 7.500 bibit kopi arabica di kawasan wisata Air Terjun Irenggolo, Kamis (28/12).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto mengatakan, selain menanam ribuan biji kopi arabica bersertifikat di kawasan hutan sekitar, dalam acara tersebut juga dilaksanakan bakti sosial yang diisi dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan lokasi wisata, pengecatan dinding musala, toilet dan lainnya.

Djoko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para generasi muda kepada lingkungan, sekaligus upaya Bank Indonesia untuk mendongkrak potensi ekonomi unggulan lokal, yaitu pariwisata.

“Kami juga ingin melakukan penguatan ekonomi, yakni bekerjasama dengan Perhutani, Kelompok Tani, LMDH, untuk mengembangkan tanaman kopi,” ujarnya.

Di kawasan wisata Air Terjun Irenggolo itu, lanjut Djoko, kopi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber penghasilan. “Karena kami melihat disini sudah ada tanaman kopi, tapi perlu diperbaiki kualitasnya. Untuk itu kami melakukan penanaman kopi arabica bersertifikat dari Jember,” tambahnya.

Penanaman 7.500 bibit kopi arabica tersebut, merupakan kelanjutan dari program pengembangan klaster Local Economic Development (LED) kopi yang berlokasi di kawasan Irenggolo Kediri, Sendang Tulungagung, serta Medowo Kediri. Bahkan hingga kini, sudah tertanam lebih dari 15 ribu batang pohon kopi baru bersertifikat, melengkapi pohon kopi yang sudah ada.

“Tidak hanya menanam pohon kopi, kami juga mendidik petan-petani ini untuk budidaya kopinya. Dan juga pasca panennya, kita latih cara mengolah kopi yang benar,” imbuhnya.

Dijelaskan, khusus pasca panen tersebut, kelompok tani juga telah diberikan bantuan perbaikan tempat pengolahan kopi, disertai dengan pemberian bantuan seperangkat mesin pengolah yang dapat meningkatkan kualitas hasil dari produk akhir kopi.

“Harapan ke depannya, kopi dapat dijadikan komoditas unggulan di daerah yang dibina,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata, Bank Indonesia juga telah memfasilitasi perwakilan kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk melakukan studi banding di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, agar mereka bisa mempelajari pengelolaan pariwisata oleh komunitas setempat.(kur)

Keterangan gambar: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto (kiri) melakukan penanaman bibit kopi arabica.(foto: kurniawan)