1298803578keroyok@dakitanews Nganjuk – Gara – gara bikin onar dan keributan saat berkunjung di cafe & Semar Baron, Andris Nanang Widodo ,38, warga Desa Sumberkepuh Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, dikeroyok rame-rame hingga babak belur. Kini dia kritis di ruang dahlia 8 RSUD Kertosono. Kamis (13/11) malam sekitar pukul 23.30 Wib.

Peristiwa pengeroyokan terjadi saat korban sedang karaoke dengan Vita ,22, seorang pemandu lagu (purel). Karena waktu sudah malam dan korban tampak sudah mabuk, vita berinisiatif akan menyudahi acara. Lalu Vita menyodorkan nota senilai 450 ribu, biaya acara yang harus dibayar korban.

Korban tersinggung dan naik pitam atas sikap sang purel ini, pasalnya korban masih ingin berkaraoke dan masih mau melanjutkan minum. Kemarahan korban dilampiaskan kepada purel ini dengan menghamtam menggunakan botol bir hingga giginya rompal. korban bertambah ngamuk lagi dengan membanting botol minuman hingga mengenai salah satu karyawan cafe.

Melihat ulah korban semakin menjadi-jadi, maka korban dikeroyok oleh beberapa karyawan hingga bonyok. Dikabarkan salah satu pengeroyok korban adalah oknum TNI keamanan di cafe itu.

Korban dan purel yang mengalami luka ini dilarikan ke RSUD Kertosono. Namun karena hanya menderita luka ringan dan giginya rompal, setelah sadar dari pingsan, purel tersebut diperbolehkan pulang. Sedangkan korban lain masih berbaring kritis tak berdaya di ruang dahlia 8 di rumah sakit milik pemerintah ini.

Tidak terima atas perlakuan karyawan cafe yang telah mengeroyoknya, selanjutnya Andreas melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polsek Baron.

Kapolsek Baron, AKP Masherly Sutrisno membenarkan pihaknya menerima tiga laporan sekaligus, yaitu dari korban, purel dan pihak cafe, ketiganya terkait dan sama – sama melapor. “Kasus dalam penyelidikan, kami masih meminta keterangan dari beberapa saksi,” jelasnya.

Sementara ini, belum ada kepastian siapa saja pelakunya termasuk adanya oknum TNI yang kemungkinan dikabarkan terlibat dalam peristiwa di cafe yang terletak di pinggir jalan raya perbatasan Baron-Kertosono Kabupaten Nganjuk itu. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pengeroyokan