Pembunuhan-6ADAKITANEWS, Madiun – Yatimin,28, warga Desa Sumberejo, Kecamatan/ Kabupaten Madiun, dibekuk petugas Rekrim Polres Madiun, Sabtu (24/10) karena melakukan pembunuhan terhadap mahasiswi salah satu Akademi perawat (Akper)Jombang. Yatimin nekat membunuh pacarnya, karena meminta dinikahi oleh mahasiswi tersebut.

“Jasad korban dibuang di hutan petak 45 masuk Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Jasad korban baru ditemukan warga, Senin (19/10) sekitar pukul 12.00 lalu, saat mencari rumput dalam keadaan tewas mengenaskan yaitu ada tusukan benda tajam dileher dan kondisi leher patah,” jelas Kapolres Madiun AKBP Yoyon Tony Surya Putra, Minggu (25/10).

Setelah itu, AKBP Yoyon Tony Surya Putra menambahkan, Kamis (22/10) ada keluarga dari Desa Plumpungrejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mendatangi Polsek Saradan, untuk melihat ciri-ciri korban dan benda lain melekat dalam korban. Keluarga mengenali jasad korban bernama Fitria Komala Sari,20, mahasiswi salah satu Akper Jombang.

Dari keterangan keluarga yang menghubungi korban sejak Minggu (18/10) hanya dijawab dengan pesan singkat (sms) atau tidak mau menjawab dengan mengangkat telepon. “Keluarga mulai curiga dari nada balasan bukan seperti dari anaknya. Keterangan keluarga dan keterangan lain dari sejumlah sumber mengarah kepada pelaku yaitu Yatimin,28, warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun,” ujar AKBP Yoyon Tony Surya Putra.

Saat petugas melakukan penangkapan di rumah mertua pelaku, tambahnya, pelaku sempat melakukan perlawanan dan berbelit-belit, bahkan pelaku mencoba kabur. Tidak ingin buruan lolos, petugas melepaskan tembakan hingga mengenai kaki kanannya. Pelaku langsung diobati dan diperiksa di Mapolres Madiun. Meski, sudah terluka pelaku tetap saja berbelit-belit saat menjalani pemeriksaan.

“Dalam pemeriksaan pelaku masih saja berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Pelaku mengakui setelah menyampaikan bukti kuat dari berbagai barang yang ada. Pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku. Karena, pelaku sempat menjemput korban di Terminal Caruban, Sabtu (17/10) petang dan diajak berkeliling,”

Pelaku kemudian mengajak korban dengan menaiki motor Yamaha Vega R Nopol AE 48 75 FL ke dalam hutan untuk melakukan hubungan seks. Puas melakukan hubungan dengan cara korban diikat tangan dipohon jati, selanjutnya korban ditusuk dengan pisau yang sudah disiapkan pada leher. Setelah itu, leher korban diinjak hingga patah dan tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Usai melakukan pembunuhan, pelaku membawa sejumlah barang korban seperti tas berisikan laptop dan lainnya. Barang-barang masih berada di rumah mertua pelaku. Sedangkan yang motor dipakai ikut disita petugas. Pelaku berkenalan dengan korban sejak duduk di kelas 8 MTs, karena salah kirim menelepon. Selanjutnya, keduanya berkenalan hingga korban memasuki kuliah. Pelaku mengaku sering melakukan hubungan intim dengan korban.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 340 KUHP pembunuhan berencana diancam hukuman 20 tahun pernjara hingga hukuman mati. Selain itu, juga dijerat pasal 338 KUHP pembunuhan ancaman 15 tahun penjara dan 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 9 tahun hingga hukuman mati,” jelas Kapolres Madiun.

Yatimin tega membunuh mahasiswi Akper tersebut lantaran bingung untuk menikahi korban. Pasalnya, Yatimin yang setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan sudah memiliki istri dan anak.

“Saya bingung didesak untuk menikahi, padahal saya sendiri sudah punya istri dan anak, pak. Saya menyesal sudah melakukan pembunuhan itu, pak,” ujar Yatimin dihadapan Kapolres Madiun. Pelaku kini masih ditahan di Mapolres Madiun guna pemeriksaan intensif. (UK)

Keterangan Gambar : Yatimin, 28,  warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, pelaku pembunuhan mahasiswi AKPER Jombang diberi timah panas di kakinya akibat berusaha kabur saat penangkapan di rumah mertuanya.