ADAKITANEWS, Kota Kediri – Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengaku akan mendatangkan 3 pakar untuk menganalisis Kasus Kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya balita berusia 2 tahun, Kenzi Wistara Nugroho, warga Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk di Kediri Tows Square (Ketos) beberapa waktu lalu.

AKBP Anthon Haryadi mengatakan, 3 pakar tersebut didatangkan karena kasus ini terkait kelalaian, dan pihaknya tidak mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak. “Kemungkinan 1 minggu ini akan kami datangkan 3 saksi ahli. Dua dari Universitas Brawijaya Malang dan 1 dari Universitas Airlangga Surabaya. Tujuannya agar tidak salah dalam menerapkan unsur Pidana atau tidak,” ujarnya usai pers rilis di Mapolsekta Kediri, Senin (03/04) siang.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri, Ulul Hadi mengatakan, kasus ini sudah hampir 1 bulan, namun belum ada hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Sementara masyarakat menunggu hasil penyelidikan tersebut. “Harapannya kasus Laka yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak ini, pihak kepolisian segera menunjukkan hasil penyelidikan. Jangan sampai masyarakat menduga ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh pihak Kepolisian,” cakapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Minggu (12/03) lalu di pelataran parkir Ketos, korban meninggal dunia setelah tertabrak mobil Fortuner nopol AG 7 JS yang dikemudikan Harsono, 39, warga Dusun Balong RT 42/RW 9 Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Ayah korban, Danang Eko Nugroho saat itu sedang memarkir Mobil Isuzu Phanter Nopol AG 1548 VM miliknya. Kenzy yang langsung turun dari mobil berlari ke arah swalayan. Sementara dari arah lain muncul mobil Fortuner yang dikemudikan Harsono sedang berjalan keluar dari parkiran. Korban kemudian terlindas dan akhirnya meninggal dunia.(kdr4)

Keterangan gambar : Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi saat diwawancara awak media.(foto:fasihhuddin kholili)