ADAKITANEWS, Blitar – Banyak cara yang dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Salah satunya, blusukan ke Pasar Tradisional untuk memberikan pemahaman soal penyebab kebakaran kepada pedagang pasar.

=========

Iring-iringan kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) tampak keluar dari markas yang berada satu komplek dengan Pendopo Kabupaten Blitar Ronggo Hadinegoro. Saat itu mobil Damkar, menuju ke arah barat tepatnya ke Pasar Srengat. Hanya saja, tujuan petugas damkar datang ke Pasar Srengat, bukan karena pasar tradisional itu terbakar atau karena petugas damkar datang untuk memadamkan api. Tetapi mereka sengaja blusukan untuk menemui sejumlah pedagang pasar.

Kasi Damkar Satpol PP Kabupaten Blitar, Joni Sanusi mengatakan, selain di Pasar Srengat juga ada 13 pasar tradisional yang didatangi oleh petugas Damkar. “Dalam waktu satu bulan ini, kami akan mendatangi 14 pasar tradisional di Kabupaten Blitar,” ungkap Joni Sanusi, Rabu (21/06).

Menurut Joni, pihaknya sengaja blusukan ke pasar-pasar tradisional karena tempat tersebut merupakan tempat umum yang rawan terjadi kebakaran. Kedatangan petugas damkar ini untuk memberikan pemahaman kepada pedagang agar tidak lengah dan membiarkan hal-hal yang memicu terjadinya kebakaran. “Intinya, kami melakukan tindakan antisipasi kebakaran. Sebab, lebih baik mencegah ketimbang harus memadamkan kobaran api,” kata pria bertubuh besar ini.

Pasar tradisional, lanjut Jono, rawan terjadi kebakaran karena sebagian besar pasar merupakan bangunan lama dan penataan lapak serta kios masih semrawut. Terlebih adalah adanya aliran listrik yang rawan terjadi korsleting listrik.

Dugaan tersebut ternyata bukan isapan jempol. Ketika mendatangi Pasar Srengat, pihaknya mendapati banyak kabel listrik yang mengelupas dan terdapat banyak sambungan semrawut. “Berdasarkan hasil blusukan yang kami lakukan, sebagian besar kabel listrik di pasar tradisional sangat memprihatinkan, rata-rata banyak ditemukan kabel yang mengelupas,” ujarnya.

Menurut Joni, adanya kabel yang mengelupas dan sambungan kabel yang ngelewer, serta hal itu dibiarkan maka akan memicu kebakaran. Terlebih di pasar banyak bahan yang mudah terbakar. Untuk itu, pihaknya terpaksa mendatangi satu persatu lapak pedagang dengan tujuan memberitahukan agar pedagang segera mengganti kabel yang mengelupas.

“Awalnya, banyak pedagang yang acuh dan cuek ketika diminta petugas damkar untuk mengganti kabel. Tapi, ketika diberi pemahaman dan ditunjukkan sejumlah kabel yang sudah mengelupas, akhirnya banyak pedagang yang sadar akan bahaya kebakaran dan berjanji akan mengganti kabel tersebut,” terangnya.

Joni juga mengatakan, sejatinya masih banyak pasar tradisional yang belum didatangi untuk dilakukan pemahaman terhadap pedagang. Tapi karena terbatasnya biaya, pihaknya hanya mendatangi pasar yang dikelola oleh Pemkab Blitar.

Selain blusukan ke pasar, petugas juga mendatangi sejumlah puskesmas untuk melatih pegawai puskesmas agar mematikan atau memadamkan api baik menggunakan cara manual dengan menggunakan goni basah atau melalui tabung damkar. “Untuk puskesmas, tindakan antisipasi yang kami lakukan lebih pada melatih cara memadamkan api,” imbuhnya.(blt2)

Keterangan gambar: Petugas Damkar saat blusukan ke Pasar Tradisional Kecamatan Srengat.(ist)