ADAKITANEWS, Jombang – Banjir yang menggenangi ratusan rumah warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Jombang, disinyalir berasal dari luapan air kiriman Gunung Wonosalam dan Kabupaten Malang.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Jombang, Ahmad S Jabara saat dihubungi oleh Tim Adakitanews.com, Kamis (22/02). Ia mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Kabupaten Jombang merupakan kiriman dari hulu sungai, seperti wilayah Gunung Wonosalam.

Ahmad S Jabara juga memperkirakan bahwa meluapnya air Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Mojoagung, juga merupakan kiriman dari Kabupaten Malang. “Dari hulu, awalnya itu tadi malam air datang dari Ngoro. Kemungkinan hujan lebat dan air dari Wonosalam turun. Juga bisa jadi kiriman dari Kabupaten Malang,” ungkap Ahmad S Jabara.

Dari data yang dihimpun Tim Adakitanews.com melalui BPBD Kabupaten Jombang, terdapat lima Kecamatan di Kabupaten Jombang yang terdampak banjir. Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Mojowarno dan Kecamatan Bareng serta Kecamatan Ngoro. “Saat ini Kecamatan Mojoagung menjadi titik fokus kita, karena paling parah terdampak banjir,” ujar Ahmad S Jabara.

Sementara itu pantauan di Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung, sedikitnya ada 192 pengungsi di Balaidesa Gambiran yang terdiri dari orang dewasa, balita dan lansia. Kepala Desa Gambiran, Nur Hasan Budianto mengatakan bahwa dari tiga dusun di Desa Gambiran, hanya di Dusun Gambiran Selatan yang terdampak banjir.

“Di Dusun Gambiran Selatan ada kurang lebih 300 rumah warga yang terendam banjir,” tandas Kades Gambiran saat ditemui di posko pengungsian.

Mislan, 58, salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir mengatakan, banjir datang pada pukul 08.00 WIB, dengan ketinggian sepinggang orang dewasa. “Banjirnya cukup parah, biasanya tidak seperti ini,” ucap Mislan saat ditemui di kediamannya.(ar)

Keterangan gambar: Kondisi pengungsian di Balaidesa Gambiran Kecamatan Mojoagung. (bawah) Mislan, warga Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung saat ditemui di rumahnya yang terdampak banjir.(foto:adi rosul)