ADAKITANEWS, Kota Madiun – Guna mengoptimalkan kemampuan anggota agar dalam menghadapi suatu kejadian, BPBD Kota Madiun melakukan pelatihan Mitigasi SAR selama tiga hari sejak Kamis (26/04) hingga Sabtu (28/04) di wilayah Bantaran Sungai Begawan Madiun Kecamatan Manguharjo Kota Madiun.

Dalam sambutanya saat upacara pembukaan, Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menyampaikan, ada 3 hal penting terkait penanggulangan bencana. “Hal terpenting terkait bencana ada tiga hal, yang pertama pencegahan dini dari masing masing individu sehingga selalu mawas diri. Kedua, bencana adalah hal yang tidak terduga, sehingga kesiapan selalu dituntut. Dan ketiga, sarpras wajib tersedia sesuai kebutuhan,” tegas Sugeng.

Dalam upacara tersebut secara simbolis Wawali juga memberikan kelengkapan bagi peserta pelatihan yang nantinya akan dipergunakan dalam kegiatan.

“Kegaiatan pada saat ini sudah dirancang oleh BPBD Kota Madiun terkait Mitigasi SAR khususnya bencana banjir yang melanda Kota Madiun,” jelas Wawali, dalam wawancara dengan Tim Adakitanews.com.

Wawali menyampaikan, ada dua peta wilayah yang rawan banjir di wilayah barat serta wilayah timur Kota Madiun, yang memerlukan atensi khususnya terkait upaya cegah diri terhadap banjir.
“Untuk sarana prasarana terkait pencegahan bencana, yang diperlukan atau ditambah maka wajib untuk dianggarkan,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Madiun, Itok R Legowo menyatakan, peserta kegiatan ini berjumlah 150 orang terutama dari wilayah yang rawan banjir. Itok menambahkan, kegiatan nantinya akan dibagi dua, yaitu materi kelas serta praktik langsung di lapangan, meliputi teori dasar penanganan bencana, serta penanganan bila terjadi bencana baik di darat maupun di air.

“Aset yang dimilki BPBD Kota Madiun saat ini meliputi 3 unit perahu karet, pompa sedot 3 unit, truk tangki kapasitas 5.000 liter sebanyak 1 unit, trail 2 unit, mobil ranger 1 unit, mobil rescue 1 unit, serta 9 unit motor operational dan staff,” jelas Itok.

Dengan peralatan seperti itu, Itok mengaku masih kerap berkoordinasi dengan wilayah sekitar untuk saling membantu ataupun saling melengkapi. Sementara untuk penambahan, Itok mengatakan masih perlu dikoordinasikan.(bud)

Keterangan foto: Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto saat menjadi inspektur upacara, dan peserta pelatihan SAR.(foto: budiyanto/ist)