BPN Kediri Apresiasi Kinerja Panitia PTSL di Desa Banggle

Kediri(adakitanews.com)—Proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, kabupaten Kediri mendapatkan apresiasi dari BPN Kabupaten Kediri.

Panitia PTSL Desa Banggle dalam prosesnya, membuat peta kerja untuk membantu pengukuran oleh petugas ukur dari BPN Kabupaten Kediri.

” Alhamdulillah dapat apreasiasi dari BPN Kabupaten Kediri, diantaranya peta kerja dan peta petugas ukur pada waktu pengukuran sudah hampir sama. Seperti patok-patok sudah juga sudah sesuai dengan gambar pada peta kerja. Pada pengukuran juga tidak terjadi kendala, ” tutur Sekretaris Panitia PTSL Desa Banggle Dedy Afrian, Selasa (19/4/2022).

Antusiasme warga untuk mengikuti program PTSL di desa Banggle sendiri sangat tinggi. Bahkan para pemohon sangat banyak. Yakni ada 1412 pemohon sementara kuota yang ada 1200. Saat ini proses PTSL tengah memasuki tahapan pemberkasan.

“Antusias warga sangat besar sekali dalam tahap proses PTSL. Sekarang itu masih dalam tahap pemberkasan, dari panitia masih menyiapkan dokumen-dokumen untuk dijadikan sertifikat. Dalam hal ini Panitia dibantu oleh Pemerintahan Desa menelusuri riwayat tanah, ” ungkap Dedy.

Sementara itu untuk biaya persiapan sendiri dipatok sebesar Rp 600 ribu/bidang. Angka yang tersebut didapat berdasarkan hasil kesepakatan pemohon dalam musyawarah.

“Musyarawah dihadiri pihak desa, RT, RW , BPD, tokoh agama, dan toko masyarakat. Dirundingkan iuran sebesar Rp 600 ribu untuk setiap bidang tanah yang dimohon,”jelasnya.

Dalam Perbup sendiri biaya persiapan PTSL digunakan untuk biaya penyiapan dokumen, kegiatan pengadaan patok dan meterai dan kegiatan operasional Kelompok Peserta PTSL.

Jika biaya persiapan tidak mencukupi untuk kebutuhan yang disebutkan diatas maka besaran biaya dapat ditambah
sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah peserta PTSL dan bukan merupakan retribusi dan/atau pungutan
dari Pemerintah Daerah atau Pemerintah Desa.

” Biaya disepakati bersama oleh semua pemohon dan disaksikan oleh lembaga desa,” tambah Dedy.(Gar).

Recommended For You