Surabaya(adakitanews.com)—Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat bahwa produksi beras Jatim pada 2020 diperkirakan mencapai 5,76 juta ton beras.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 253,59 ribu ton atau sebesar 4,61 persen, jika dibandingkan dengan produksi beras tahun 2019 yang sebesar 5,50 juta ton.

Produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk.

“Sementara produksi beras tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 1,29 juta ton,” ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan dalam dalam rilisnya kepada media di Surabaya, mengutip dari laman kominfo.jatim, Selasa (20/10/2020).

Sementara, lanjutnya, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 setara dengan 4,87 juta ton beras, atau mengalami peningkatan sebesar 96,42 ribu ton sekitar 2,02 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 4,77 juta ton.

Sedangkan potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 0,89 juta ton beras. Namun, produksi beras terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,17 juta ton.

“Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret,” imbuhnya.

Angka konversi dari gabah kering panen (GKP) ke gabah kering giling (GKG) dan angka konversi dari GKG ke beras berasal dari Survei Konversi Gabah ke Beras pada tahun 2018.

Hal tersebut merupakan angka konversi yang lebih akurat dengan melakukan survei di dua periode musim yang berbeda dengan basis provinsi sehingga didapatkan angka konversi untuk masing-masing provinsi yang memperhitungkan pengaruh musim.(Nu).