Bulan Ramadan Polres Kediri Amankan 20 Orang Terkait Jual Beli Petasan

Kediri(adakitanews.com)—Polres Kediri meringkus 20 orang terduga pelaku terkait dengan jual beli bahan peledak atau petasan. Dari 20 orang itu, 5 orang di antaranya masih di bawah umur.

Para tersangka diamankan dari 13 TKP yang tersebar di seluruh Kabupaten Kediri. Bahkan, termasuk terkait ledakan petasan yang mengakibatkan seorang bocah berusia 9 tahun, yang mengalami luka parah di tangan beberapa waktu lalu.

Dari 20 orang terduga pelaku itu berinisial BS (22) asal Dusun Desa Bedali Kecamatan Ngancar, MN (20) Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih, DP (19) dan MN (22) Desa Blabak Kecamatan Kandat, NH (21) dan SH (41) Desa Pelem Kecamatan Pare, BA (20) Desa/Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Selanjutnya, NA (19) dan DD (20), RP (20) Desa Dungus Kecamatan Kunjang, AD (18) Desa/Kecamatan Kunjang, AR (21) Desa Jagung Kecamatan Pagu, IA (24) Desa Amsorobangun Kecamatan Puncu, dan MR (17) asal Kecamatan Badas, RF (15) asal Kecamatan Puncu.

Berikutnya, AB (18) dan DA (18) asal Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih, dan AN (17), HM (17), serta MFS (17) asal Kecamatan Ngadiluwih.

Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho menyatakan, penangkapan pelaku tersebut merupakan hasil operasi semeru 2022 yang di gelar selama bulan April.

Sementara, peredaran bahan peledak itu banyak digunakan sebagai petasan untuk merayakan hari Raya Idul Fitri.

“Ini merupakan hasil dari operasi semeru yang gelar Polres Kediri Selama bulan April 2022,” ungkap Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho, di Mapolres Kediri, Selasa (26/4/2022).

Kapolres Kediri menambahkan, total barang bukti yang diamankan terdiri dari 43 kg serbuk petasan, 32 pak petasan, serta 28 petasan separuh jadi.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan puluhan selongsong petasan berbagai ukuran, semen, bubuk alumunium, belerang, sumbu petasan, pipa paralon dan besi, lem rajawali, serta semen.

“Para tersangka dikenakan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tambahnya.

AKBP Agung juga menegaskan, selain larangan pembuatan petasan, pihaknya juga melarang masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara saat perayaan hari lebaran.

“Kami juga melarang masyarakat untuk menerbangkan balon udara, sebab hal tersebut dapat mengganggu lalu lintas penerbangan,” katanya.(Gar).

Recommended For You