Bulog Permaikan Harga Bawang Merah, Petani Nganjuk Ancam Demo

2016-05-27_22.26.47 (1)ADAKITANEWS, Nganjuk- Para petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk kecewa dengan pihak Bulog yang mempermainkan harga satuan bawang merah. Petani mengancam, dalam waktu dekat akan melakukan aksi penolakan potongan harga yang dilakukan Bulog secara sepihak.
Kekecewaan para petani dikarenakan pihak Bulog yang awalnya mematok harga bawang merah sebesar Rp 20 ribu menjadi Rp. 18.540 perkilonya. Hal itu juga diperparah oleh sikap Bulog yang menolak 54 ton stok bawang merah yang akan dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan lebaran mendatang.
“Total panen kita 108 ton, setengahnya sudah kita kirim ke Jakarta,”ungkap Akad seorang kelompok tani bawang merah di kabupaten Nganjuk, Jum’at(27/05).

Menurutnya, karena takut menelan kerugian yang cukup banyak, petani bawang merah di Nganjuk dalam waktu dekat akan melakukan aksi penolakan terhadap pihak Bulog yang sudah sewenang-wenang mempermainkan harga. Pihaknya juga menambahkan, bahwa selama ini pihak Bulog selalu meminta upeti sebagai pajak kepada para petani dari hasil penjualan bawang merah.

“Harga baru sebenarnya berat buat kami, karena harus membayar pajak 1,5 persen untuk yang memiliki NPWP, dan 3 besar bagi yang tidak memiliki NPWP,” jelasnya.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews.com perihal masalah yang sedang melilit para petani bawang merah, Ahmad Zakin, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Nganjuk mengatakan, selama ini pihaknya sudah berusaha untuk menghubungi Bulog guna melakukan konfirmasi. Tetapi,pihak Bulog saling melempar tanggung jawab saat dikonfirmasi dinas terkait. “Kami sudah berusaha untuk melakukan konfirmasi dengan bulog tetapi malah di ping pong(Lempar tanggung jawab-red),”tuturnya.

Sementara itu, Trisna Kasi Pelayanan Publik Bulog Jatim saat di konfirmasi Tim Adakitanews.com mengatakan, Bulog Jatim sudah menyediakan uang untuk pembelian bawang merah. Trisna menambahkan, untuk masalah eksekusi di lapangan pihak Bulog Jatim sepenuhnya akan menyerahkan pada Bulog Sub Divre Kediri.”Tinggal eksekusi saja, masalah uang sudah kami sediakan,”terang Trisna saat dikonfirmasi melalui telephone selulur.

Namun, kenyataan dilapangan sangat bertolak belakang terhadap setatemen Wahyu sutanto Kasub Divre Kediri yang mengatakan Bulog sudah tidak memiliki biaya lagi untuk membeli bawang merah dari pihak petani. Sehingga 54 ton bawang merah yang akan dikirim ke Jakarta untuk keperluan lebaran terpaksa digagalkan.”Kami tidak sanggup lagi membeli bawang merah dari petani,”ungkap Wahyu Sutanto Kasub Divre Bulog Kediri.(Jati)

Keterangan Gambar: Tumpukan bawang merah hasil petani Nganjuk. 

Recommended For You