ADAKITANEWS, Tulungagung – Perum Bulog Sub Divisi Regional Tulungagung mengaku kesulitan untuk memenuhi target pembelian beras yang ditetapkan pemerintah. Karena menjelang tutup tahun 2017, mereka hanya mampu menyerap 47,4 persen beras atau 27.519 ton dari total target 58 ribu ton.

Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Krisna Murtiyanto mengakui pada tahun ini tidak bisa memenuhi target yang ditentukan oleh pemerintah. “Kalau 100 persen sepertinya sulit tercapai, karena waktunya kurang satu bulan saja. Paling kita hanya bisa mencapai hitungan 65 persen saja hingga Desember mendatang,” kata Krisna Murtiyanto, Kamis (09/11).

Menurut Krisna , pihaknya sudah berupaya untuk mencapai target tersebut melalui 14 Mitra Kerja Pengadaan (MKP) yang tersebar di wilayah Bulog Subdivre Tulungagung yakni wilayah Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Tapi dari total MKP yang ada, beras yang mampu diserap oleh bulog hanya sekitar 8 ribu ton saja. Sedangkan selebihnya didapatkan dari Satuan Kerja (Satker) Bulog sendiri.

Lanjut Krisna, dari jumlah target tersebut dibagi menjadi dua. Untuk target PSO (public service obligation) atau pembelian beras dari petani dengan harga pembelian pokok (HPP) dari pemerintah sebesar Rp 7.300 per kilogram sebanyak sebesar 55 ribu ton, beras itu nantinya untuk disimpan, untuk disalurkan sesuai dengan penugasan dari pemerintah. Seperti penyaluran beras sejahtera (rastra), maupun kepada korban bencana alam. Sedangkan yang 3 ribu ton untuk komersil, dimana pihak bulog diminta untuk bersaing dengan pihak pasar untuk menstabilkan harga beras ketika terjadi kenaikan harga beras.

Minimnya serapan, alasan Krisna, disebabkan harga beras di pasaran jauh di atas HPP pemerintah sebesar Rp 7.300 ribu per kilogram. Sementara harga beras saat memasuki musim hujan pada periode panen Agustus hingga Oktober berfluktuasi di kisaran Rp 8.500 sampai Rp 8.700 per kilogram.

“Selisih yang terlalu jauh ini yang membuat petani cenderung memilih menjual gabah atau beras kering giling mereka ke pihak swasta,” ujarnya.(ta1)

Keterangan gambar : Aktivitas di gudang Bulog Sub Divre Tulungagung.(foto : acta cahyono)