ADAKITANEWS, Jombang – Kebijakan Bupati Jombang dengan meminta Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mengantar secara langsung KTP warga yang sudah jadi ke pemiliknya, mendapat sambutan positif warga. Kini, usai melakukan perekaman data mereka tidak perlu lagi berjubel atau berebut antrean di kantor Dispendukcapil untuk mendapat KTPnya seperti yang sebelumnya terjadi.

Warga Jombang yang hendak mengurus KTP elektronik (e-KTP) semakin dimanjakan dengan kebijakan baru itu. Setelah Bupati Jombang mengeluarkan kebijakan mengantarkan langsung KTP ke pemiliknya, kini mereka tidak perlu lagi berdesak-desakan untuk mendapatkan kartu identitas tersebut.

Warga yang mengurus e-KTP, setelah mengumpulkan berkas dan dinyatakan lengkap sesuai prosedur dan dilakukan perekaman data, selanjutnya warga cukup duduk manis di rumah. Karena petugas akan mengantar e-KTP tersebut ke rumah warga yang bersangkutan. Terobosan itu sebagai jawaban atas antrean panjang mengurus e-KTP yang selama ini terjadi di Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko saat menyerahkan e-KTP ke warga di Desa Kepatihan menjelaskan bahwa penyebab terjadinya antrean panjang saat mengurus e-KTP di kantor Dispendukcapil salah satunya adalah tidak sebandingnya ketersediaan blangko e-KTP dengan pemohon e-KTP setiap harinya.

“Oleh karena itu, minggu lalu saya menghadap ke Kementerian Dalam Negeri, dan bertemu dengan Dirjen Adminduk untuk meminta tambahan jatah blangko e-KTP. Dan Alhamdulillah disetujui. Jombang mendapat tambahan sekitar 52 ribu blangko e-KTP,” ungkapnya, Kamis (30/11).

Dengan demikian, Bupati Jombang langsung memerintahkan kepada Kantor Dispendukcapil untuk mencetak 2.000 keping e-KTP per harinya dan agar didistribusikan secara langsung ke rumah warga yang KTPnya sudah jadi.

“Kalau sebelumnya kita jatah hanya 500 lembar e-KTP per hari, sekarang setiap hari Dispendukcapil mencetak e-KTP sebanyak 2.000 lembar, sehingga setiap desa mendapat jatah enam lembar e-KTP setiap harinya. KTP tersebut pun akan diserahkan langsung kepada pemilik di rumah,” ungkap Bupati Nyono.

Dengan kebijakan baru ini, ditargetkan perekaman e-KTP akan tuntas pada Desember mendatang. Target itu realistis mengingat saat ini terdapat 60 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

Debby Mochamad, warga Desa Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Jombang mengaku senang bahkan kaget karena KTPnya diantar langsung ke rumahnya tanpa harus antre di Kantor Dispendukcapil.

“Alhamdulillah, KTP saya sudah jadi, tanpa perlu antre untuk mengambilnya. Bahkan diantar sampai rumah. Tadi sempat kaget juga karena yang ngantar KTP saya Pak Bupati sendiri,” katanya usai menerima KTP di rumahnya dari Bupati, Nyono Suharli, Senin (04/12).

Senada dengan Debby, Adam Istighfar Kholiq, warga Desa Bareng Kecamatan Bareng yang KTPnya diantar langsung oleh orang nomor satu di Jombang tersebut juga mengaku senang. “Terima kasih Pak Bupati, karena telah melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya usai menerima kartu identitas diri tersebut.(adv/diskominfo/ar)

Keterangan gambar: Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko saat mengantarkan e-KTP ke warganya.(ist)