ADAKITANEWS, Jombang – Menuju panen raya tembakau 2017, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Jombang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Desa Gedongombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, Rabu (09/08).

Dalam acara pembukaan Rakercab tersebut, hadir Bupati Jombang, Dr Ec Nyono Suharli Wihandoko yang didampingi para pejabat Forkopimda Kabupaten Jombang beserta ratusan petani tembakau dan jajaran Pemerintahan Desa dan Kecamatan Ploso.

Ketua APTI Kabupaten Jombang, Winarno menyampaikan beberapa harapan kepada Bupati Jombang terkait permasalahan yang ada pada petani tembakau selama ini. Ia berharap adanya bantuan kepada para petani tembakau seperti pupuk dan lain sebagainya, untuk menunjang produksi tembakau yang berkualitas tinggi dan memiliki daya saing.

Selain itu ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memantau dan mengontrol harga tembakau ketika panen raya tiba, agar tercipta harga tembakau yang layak bagi petani, sehingga tidak lagi ada kesengsaraan bagi petani tembakau kedepan.

“Saya berharap Bupati bersama Pemerintah Kabupaten Jombang bisa memberikan bantuan kepada para petani tembakau untuk meningkatkan kualitas produksi tembakau dan membantu untuk kedepan supaya harga tembakau layak untuk para petani,” ungkap Ketua APTI Kabupaten Jombang saat memberi sambutan.

Menanggapi beberapa harapan dari petani tembakau tersebut Bupati Jombang, Dr Ec Nyono Suharli Wihandoko mengaku akan kembali memaksimalkan bantuan yang diberikan pada para petani tembakau sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

Untuk pemberian bantuan terhadap petani tembakau, Bupati Jombang menyadari bahwa sela ini Pemkab Jombang memang belum maksimal. Terlihat dari lahan pertanian seluas 6.385 hektare, bantuan hanya diberikan kepada para kelompok tani yang belum mandiri.

“Nanti kita akan coba maksimalkan bantuan kepada para petani tembakau. Tentunya sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Bisa diajukan pada perubahan anggaran 2017 atau pada APBD murni di 2018. Kita juga masih menunggu data dari dinas Pertanian dan Perkebunan untuk mengetahui data-data dari petani tembakau,” jelas Bupati Jombang saat diwawancarai Tim Adakitanews.com.

Saat disinggung soal harga tembakau pada tahun ini, Bupati Jombang mengaku akan berkomunikasi dengan perusahaan rokok yang ada di Kabupaten Jombang, supaya tidak ada para tengkulak yang mempermainkan harga tembakau sehingga merugikan para petani tembakau.

“Pemkab Jombang selalu berkomunikasi dengan perusahaan rokok di Kabupaten Jombang agar harga tembakau bisa sesuai dengan harapan para petani dan tidak ada permainan tengkulak yang menyengsarakan para petani,” ujar Nyono Suharli Wihandoko.(ar)

Keterangan gambar: Bupati Jombang, Dr Ec Nyono Suharli Wihandoko saat melihat proses pengelolaan tembakau dan berdialog dengan masyarakat sekitar.(foto:adi rosul)