ADAKITANEWS, Kediri – Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memang masih melenggang bebas dan tidak ditahan. Namun, KPK mengaku telah melakukan pencekalan kepada yang bersangkutan agar tidak bisa bepergian ke luar negeri.

Kepada Tim Adakitanews.com, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah mengatakan meski telah menyandang status sebagai tersangka, KPK memang belum melakukan penahanan terhadap TFR (Taufiqurrahman,red). Meski demikian, Febri menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pencekalan agar Bupati Nganjuk tidak pergi ke luar negeri. “Sudah diajukan status cegah ke LN (Luar Negeri,red),” kata Febri, Jumat (09/12) malam.

Juru Bicara KPK yang baru dilantik pada Selasa (06/12) lalu itu mengatakan, belum ditahannya Taufiqurrahman oleh KPK adalah lantaran pihak penyidik masih perlu melakukan pengembangan serta pendalaman.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa (06/12) lalu, KPK telah menetapkan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi 5 proyek pembangunan di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2009 silam. Ia langsung dikenai 2 pasal, yakni pasal 12 huruf i Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001, serta dugaan penerimaan gratifikasi sesuai dengan pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001.(kur)

Keterangan gambar: Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.(dok. Adakitanews.com)