ADAKITANEWS, Tulungagung – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung jalur perseorangan Suparlan-Suprayitno, gagal memenuhi ketentuan syarat minimal dukungan KTP yang diharuskan.

Berdasarkan rekapitulasi hasil verifikasi faktual, dukungan KTP paslon Suparlan-Suprayitno yang dinyatakan memenuhi syarat hanya mencapai 18.721. Padahal, jumlah dukungan minimal yang disyaratkan untuk paslon perseorangan seharusnya mencapai 63.752 dukungan KTP. Jadi hanya terpenuhi sekitar 29 persen saja.

“Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan dalam Pilkada Tulungagung yang memenuhi syarat sebanyak 18.721 dukungan,” kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, Jumat (29/12) malam.

Lanjut Suprihno, pasangan Suparlan-Suprayitno masih kurang sebanyak 45.031 pendukung. Sesuai aturan, untuk memperbaiki berkas dukungan maka pada tahap selanjutnya pasangan tersebut harus menyerahkan dua kali dari jumlah kekurangan dukungan atau sebanyak 90.062 pendukung. Sedangkan waktu pernyerahan berkas perbaikan, dijadwalkan selama dua hari yakni tanggal 18 – 20 Januari 2018 mendatang.

“Saat rapat pleno sudah kita sampaikan pada tim pasangan Suparlan-Suprayitno. Bahkan Pak Suprayitno yang hadir pada saat itu menerima hasil keputusan pleno, dan akan segera melakukan perbaikan berkas dukungannya,” tambah Suprihno.

Mayoritas dukungan yang tidak memenuhi syarat tersebut diantaranya adalah terjadi duplikasi data atau ganda, satu identitas namun diinput lebih dari satu kali. Untuk data ganda ini menurut Suprihno jumlahnya mencapai puluhan ribu.

“Berkas dukungan yang tidak sah diantaranya adalah data ganda, ini jumlahnya mencapai 20 ribuan. Selain itu ketika tim melakukan verifikasi ke lapangan, pemilik KTP merasa tidak memberikan dukungan, serta adanya alamat yang tidak ditemukan atau telah pindah, bahkan sudah menadi TKI,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Komisioner KPU Tulungagung saat merilis hasil rapat pleno.(foto : acta cahyono)