Candi Kalicilik secara administratif terletak di dusun Kalicilik, desa candirejo, ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi Kalicilik memiliki sejumlah nama. Dalam catatan Raffles tahun 1817 candi ini disebut Candi Geneng. Dalam catatan Hoepermans tahun 1866 candi ini disebut Candi Puton (Poetton). Dalam koleksi digital perpustakaan Universitas Laiden dijumpai adanya arca Nandiswara atau mungkin arca Mahakala pada Candi Kalicilik.

Nandiswara maupun Mahakala merupakan tokoh tokoh dalam agama hindu. Tidak diketahui secara pasti kapan Candi ini ditemukan akan tetapi menurut catatan sejarah pertama kali dipugar pada tahun 1913 oleh pemerintahan Belanda.

Candi Kalicilik ini peninggalan Kerajaan Majapahit yaitu pada saat penguasaan Raja Tribuwana Wijayatunggadewi sesuai dengan pahatan angka 1271 Saka (1349 Masehi). Candi ini tersusun dari bata dan batu andesit. “Asal usul penamaan Kalicilik karena letak candi berada di depan Sungai dalam
bahasa jawa (Kali) yang ukurannya kecil (cilik) dan sungai tersebut adalah jalur lewat untuk lahar dari Gunung Kelud.” Terang Pak Mariyadi, Selaku Juru Kunci dari Candi Kalicilik.

Candi kalicilik menghadap ke barat. Bagian kaki candi adalah hasil rekonstruksi. Bagian kaki yang asli masih ada namun telah terkikis sehingga sulit untuk menupang bagian lain dari candi, oleh karenanya bagian kaki direkonstruksi. Pada bagian tubuh candi terdapat sejumlah hiasan berupa ornamen sulur yang mengelilingi candi. Masih pada bagian tubuh, terdapat pula sejumlah relung namun telah kosong. Bilik candi juga dalam keadaan kosong. Atap candi telah runtuh namun masih menyisakan sejumlah ornament kala. Ornamen kala tersebut tampak indah meski diukir pada batu bata.

Kala candi kalicilik ini membuktikan betapa tingginya karya seni dari masa itu. Untuk mengetahui fungsi dari Candi Kalicilik bisa dilihat dalam kitab Negarakertagama pupuh XL bait 5, “pada tahun 1149 Saka (1227 Masehi) dia berpulang ke sorgaloka, meninggalkan dunia. Dia didharmakan di dua tempat
di Kanyangan sebagai Siwa dan sebagai Budha di Usana. Isi bait ini merupakan tempat pendharmaan tokoh Ken Arok pendiri dinasti Rajasa yang keturunannya memerintah di Kerajaan Singasari dan Majapahit.”

Kemudian disebutkan juga dalam kitan Pararaton pupuh XV bait 25, “berangkat pada tahun 1169 Saka (1247 Masehi) dia didharmakan di kagenengan. Mengenai kagenengan sebagai pendharmaan Ken Arok sebagai siwa ataupun Pendharmaannya di Usana sebagai Budha hingga saat ini belum dapat diketahui keberadaannya secara pasti.”

“Dahulu pada Tahun 1965, ada 2 Arca yang terletak di tepi jalan di depan Candi Kalicilik tetapi sekarang sudah hilang karena dicuri.” Terang Pak Mariyat, Selaku Juru Kunci dari Candi Kalicilik. Candi Ini merupakan tempat suci bagi masyarakat sekitar khususnya umat beragama Hindu, dan rutin diadakan selamatan setiap malam Jum’at legi dan kliwon.

Terakhir Candi Kalicilik di pugar pada tahun 1992-1993, dan di tahun 1997 mulai dihias dengan pengadaan taman di sekelilingnya. Sekarang keadaan candi ini kurang begitu baik, karena posisi badannya yang sudah mulai doyong 8 cm ke arah utara.

Rute menuju kalicilik adalah sebagai berikut: blitar – kalipucung – lanjutkan ke arah srengat – perempatan poluhan ke kanan mengikuti jalan raya blitar pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunujuk arah ke candi kalicilik – ikuti arah yang ditunjuk – candi kalicilik berada
di kiri jalan. Selain candi kalicilik di desa candirejo juga terdapat candi sumbernanas. Rute kedua candi tersebut searah.(AAQ)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/11/cnadi-majapahit1-892x1024.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/11/cnadi-majapahit1-150x150.jpgREDAKSISeni Budaya
Candi Kalicilik secara administratif terletak di dusun Kalicilik, desa candirejo, ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi Kalicilik memiliki sejumlah nama. Dalam catatan Raffles tahun 1817 candi ini disebut Candi Geneng. Dalam catatan Hoepermans tahun 1866 candi ini disebut Candi Puton (Poetton). Dalam koleksi digital perpustakaan Universitas Laiden dijumpai adanya...