width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menunjukkan prestasi dan kreativitas mereka. Yakni dengan menciptakan robot petarung super canggih, hingga aplikasi android yang bisa mengendalikan alat transportasi dan seisi rumah.

Robot canggih itu dinamai dengan Robot Sumo, yang diciptakan untuk bertarung melawan robot lain. Robot yang dikerjakan oleh 3 orang siswa, yakni Fariz Rifki, Ayu Nur As’ari, dan Rizky Setyawan itu bahkan sudah sempat menyandang juara 2 dalam ajang Pesta Rakyat Fisika di Universitas Indonesia dalam kategori robotik. Istimewanya, selain bisa dengan mudah mengalahkan lawan-lawannya, robot canggih itu juga sudah bekerja autonomus dan dikendalikan melalui program khusus serta sistem sensor.

Temuan lain dari siswa-siswi SMAMDA adalah aplikasi ATLASTIC (Aplicative Natural Smart Home Based ICT). Hanya melalui ponsel android, pengguna bisa dengan mudah mengontrol seluruh perangkat elektronik yang ada di dalam rumah. “Kita bisa dengan mengontrol seisi rumah. Termasuk mematikan atau menyalakan lampu, cukup dengan suara,” ujar Thasya Tamara bersama M Darius dan Rahma Puspita, saat menjelaskan fungai dan kecanggihan aplikasi ciptaannya di depan wartawan, Rabu (26/10).

Hasil kreativitas siswa-siswi SMAMDA lain yang menyita perhatian para awak media saat itu adalah aplikasi ANSONT (Android System and Orientation Sence Transportation). Hanya dengan menggerakkan ponsel android ke depan atau ke samping, pengguna bisa bergerak meski tengah duduk santai di atas kursi.

Aplikasi yang diciptakan oleh Satriyo Adi, Lutfiatul Laili, dan Shafira Oiddist itu bahkan telah menjadi juara dalam ajang tingkat nasional dalam kategori transportasi. “Merakitnya cuma 10 hari. Dan menghabiskan dana sekitar Rp 4,5 juta,” kata mereka.

Sementara, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Wigatiningsing mengatakan daya kreativitas siswa-siswinya sengaja dibiarkan berkembang sesuai keinginan masing-masing. Selama ini, pihak sekolah hanya berupaya untuk terus mendukung dan memfasilitasi. “Kami tidak membatasi apapun kreativitas para siswa. Sekolah hanya memfasilitasi,” katanya.

Wigatiningsih juga berharap agar seluruh pihak, termasuk walimurid untuk mendukung upaya sekolah dalam mengembangkan bakat dan kemampuan siswa. “Kami tentu tidak bisa sendiri. Kami berharap orangtua selalu memberikan dukungan dan semangat,” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: Robot dan aplikasi canggih ciptaan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.(foto: kurniawan)