ADAKITANEWS, Kota Kediri – Selain memiliki paras cantik dan dipadu dengan busana kain tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, para peragawati Dhoho Street Fashion (DSF) semakin membuat pengunjung Taman Sekartaji Kecamatan Mojoroto Kota Kediri terpukau, Kamis (14/12).

Berbagai motif kain tenun ikat yang dipakai para peragawati itu, sengaja dipamerkan untuk memperlihatkan bahwa di Kota Kediri memiliki sentra Tenun Ikat yang tidak kalah dengan daerah lain.

Selama ini, keberadaan tenun ikat khas Kota Kediri yang ada di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto tersebut, memang terus memberikan kontribusi perekonomian yang baik di Kota Kediri. Tak hanya itu, bagi warga sekitar keberadaan sentra tenun ikat juga menjadi sumber mata pencaharian.

Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan, peragaan busana bertajuk Dhoho Street Fashion ini sengaja kembali digelar oleh Pemkot Kediri dengan tujuan untuk menggali potensi serta kreativitas designer dan pengrajin tenun ikat yang ada di Kota Kediri.

“Saya berharap, warga Kota Kediri bangga memakai tenun ikat khas daerahnya. Dan bisa berkembang sebagai warisan budaya anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Tak hanya memukau pandangan mata, Dhoho Street Fashion juga digelar untuk semakin memperkenalkan ragam motif tenun ikat khas Bandar Kidul. Ada enam motif kain tenun ikat yang sengaja dipamerkan dalam acara tersebut. Diantaranya motif Kuncup, Tirto Brantas, Kawung, Es lilin, Bunga, dan Air.

Diketahui sebelumnya, Ketua Dekranasda Kota Kediri atau yang akrab disapa Bunda Fe ini mengatakan, festival tenun ikat tersebut digelar agar kain tradisional asal Kota Kediri semakin dikenal masyarakat.

“Kita ingin tenun ikat ini bisa digunakan dalam pakaian keseharian masyarakat. Dengan acara ini, kita perkenalkan (tenun khas Kota Kediri) kepada masyarakat, bahwa sebenarnya tenun ikat juga bisa digunakan secara santai, selain untuk acara-acara formal,” katanya.(adv/hms/kur)

Keterangan gambar: Dhoho Street Fashion.(dok. Humas Pemkot Kediri)