ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Tulungagung ternyata belum mencapai separuh dari jumlah penduduknya.

Dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tulungagung, prosentase kepesertaan masih di kisaran 45 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung sekitar 1.075.271 jiwa. “Capaian kita untuk wilayah kabupaten Tulungagung masih sekitar 45 persen, atau sebanyak 482.699 jiwa yang sudah menjadi peserta program PBJS Kesehatan,” kata Santhu Harianja, Kepala BPJS Cabang Tulungagung.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendongkrak kepesertaan. Selain sosialisasi, upaya juga diiringi dengan pembukaan layanan pendaftaran. Salah satunya dengan pendaftaran melalui sistem dropbox di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan, kecuali di Kantor Cabang BPJS Tulungagung.

Upaya lainnya juga melalui kader JKN. “Kita juga mengembangkan pendaftaran lewat mitra kerja dengan membuka point of service di pusat perbelanjaan dan keramaian,” tambah Santhu.

Faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian peserta JKN-KIS, kata Santhu, diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi. Masyarakat belum memahami secara menyeluruh mekanisme dan manfaat asuransi. “Mereka baru tergerak ketika sudah dalam keadaan terdesak tidak ada biaya untuk berobat kala menderita sakit,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, ada masyarakat yang sudah paham tentang asuransi, namun terkendala faktor keuangan untuk pembayaran premi yang harus dibayarkan setiap bulannya. Disinilah perlunya peran pemerintah daerah untuk memfasilitasi warga miskin. “Dari 500.000 lebih penduduk yang belum ikut BPJS Kesehatan, harus diverifikasi berapa yang termasuk warga miskin. Selanjutnya itu tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.

Meski demikian, Santhu optimis kesadaran masyarakat untuk berasuransi akan bertambah seiring perjalanan waktu dan upaya untuk selalu memberi pemahaman terhadap masyarakat. Ini terbukti jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan bertumbuh setiap bulannya. Dari bulan Maret 2017 ini, jumlah peserta mandiri sebanyak 93.371 orang, kemudian bulan berikutnya April naik menjadi 96.027 orang, Mei sebanyak 98.488 orang, Juni sebanyak 100.072 orang dan Juli sebanyak 103.090 orang.

“Ini merupakan indikator bagus bagi perkembangan asuransi. Karena setiap bulan mengalami tren kenaikan. Dan yang menggembirakan lagi kenaikan ini terjadi pada golongan kepesertaan mandiri, yang telah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi,” paparnya.

Di sisi lain, walau dilihat dari jumlah peserta mengalami peningkatan, namun yang melakukan pembayaran rutin setiap bulannya hanya sekitar 63 persen, selebihnya atau 27 persen menunggak pembayarannya. “Peserta yang memiliki tunggakan, untuk sementara waktu terpaksa kami hentikan layanannya hingga tunggakan pembayaran diselesaikan,” pungkas Santhu.(ta1)

Keterangan gambar: Santhu Harianja, Kapala BPJS Cabang Tulungagung (kanan) saat lakukan sosialisasi.