Kediri(adakitanews.com)—Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Kediri, Dewi Mariya Ulfa meminta seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Kediri agar meningkatkan layanan dan tidak tebang pilih saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fasilitas kesehatan yang paling utama baik di rumah sakit daerah, sampai puskesmas harus mengutamakan pasien. Selain itu jangan ada perbedaan atau tebang pilih pasien BPJS, Jamkesda, atau lainnya.

Siapa pun pasien yang datang untuk memeriksakan kesehatannya harus dilayani dengan baik.” Petugas medis rumah sakit kami harap jangan ada tebang pilih,” tutur Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Kediri Dewi Mariya Ulfa, saat menghadiri Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional, di Balai Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jumat (20/11/2020).

Kedepan, ungkap Mbak Dewi sapaan akrabnya, memang ada baiknya jumlah peserta Jamkesda dan ketersediaan Mobil Siaga bisa ditambah lagi, sehingga keterjangkauan akses kesehatan bisa dinikmati masyarakat secara luas.

Mbak Dewi pun menyarankan, idealnya dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang masyarakat di Kabupaten Kediri juga terus menambah asupan gizi untuk daya tahan tubuh. Misalnya dengan pemenuhan kandungan vitamin, baik dari sayur-mayur dan buah-buahan.

“Saya lihat, kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat yang baik bagi tubuh perlu ditambah,” ungkap Mbak Dewi.

Mbak Dewi menambahkan, diperlukan upaya peningkatan agenda sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Bahkan termasuk menggerakkan Tim Penggerak PKK dan warga setempat untuk lebih mengenalkan apa saja makanan sehat yang sesuai kebutuhan tubuh manusia.

“Masyarakat di Kabupaten Kediri juga perlu didorong mengenali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan meneruskan kebiasaan ini pada anak mereka,” katanya.

Sementara itu, dalam agenda ini, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Hernina Agustin Arifin tampak memberikan Sosialisasi tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada masyarakat di Desa Keling.

“Saat ini, kita harus memiliki cara pandang bahwa tidak perlu menunggu sakit, untuk jadi peserta JKN. Tapi, dengan semangat gotong royong kita bisa menolong dan menyelamatkan yang sedang sakit,” katanya.

Hernina mencontohkan, untuk seseorang yang memiliki riwayat sakit jantung dan perlu memasang ring, misal dibutuhkan 4 ring, maka total dana yang diperlukan sekitar Rp 160 juta.

Jika hal itu dibebankan pada si pasien itu sendiri, maka hal tersebut tentu sangat memberatkan. Namun berbeda, jika sudah menjadi peserta JKN, besaran nominal itu bisa ditanggung secara gotong royong oleh iuran peserta JKN di Tanah Air.

“Namun hal berbeda, ketika peserta JKN ini telat bayar iuran per bulannya. Jadi kami mengimbau, kepada masyarakat Desa Keling yang belum menjadi peserta JKN, ayo mendaftar, dan nanti setelah tercatat sebagai peserta JKN, idealnya bisa membayar iuran tepat waktu,” katanya.

Sebagai informasi, pada kegiatan ini turut hadir secara virtual Anggota Komisi IX DPR RI, Anggia Ermarini dan sejumlah masyarakat Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.(gar).